Dr. Abdul Hafidz Zaid:”Cetaklah Alumni yang Berkualitas!”

Dr. Abdul Hafidz Zaid:”Cetaklah Alumni yang Berkualitas!”

UNIDA Gontor – Salah satu filosofi atau nilai pondok yg sering kami dengar selama menjadi santri adalah Student today, teacher tomorrow. Reuni murid-murid kepada Sang Guru Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A, yang juga wakil Rektor III UNIDA Gontor. Pada Kamis, 30 April 2020 atau 7 Ramadhan 1441, keluarga besar Prodi PBA mendapatkan kesempatan untuk sowan dan silaturrahim bersama Ka.Prodi PBA dikala kami semua menjadi mahasiswa PBA ISID beberapa tahun yang lalu.

Hari ini, mahasiswa/i yang dulu beliau didik dengan sepenuh jiwa dan do’a telah tumbuh lebih dewasa menjadi generasi penerus dan pejuang untuk melanjutkan estafet perjuangan mewujudkan visi-misi PBA UNIDA Gontor, yaitu menjadi Program Studi yang menghasilkan tenaga pendidik yang unggul di bidang metodologi pembelajaran Bahasa Arab dengan tetap berjiwa pondok pada tahun 2022.

Beliau mengawali dengan nasehat khas beliau: “Kekuatan organisasi ada dalam kebersamaan”. Maka disini, kita sebagai satu kesatuan harus memperbanyak musyawarah dalam setiap program yang akan dilaksanakan agar setiap sendi dalam prodi tahu program yang akan dilaksanakan. Apapun hasil musyawarah akan menjadi perhatian semua dosen yang ada di prodi dan dikerjakan dengan sepenuh hati dan jiwa. Dengan total loyalitas dan integritas serta ikhlas. Dengan tetap berpegang pada PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, Peningkatan) agar setiap kegiatan terprogram dan terukur. Sehingga siklus SPMI dapat berjalan dengan baik dan benar.

bersama Dr. Abdul Hafidz Zaid

Beliau mengingatkan dan menekankan akan pentingnya peran alumni di masyarakat nantinya. Maka, perlu disiapkan program yang menyiapkan mereka untuk menjadi alumni yang matang. Baik dari segi kebahasaan ataupun dalam pendidikan khususnya pengajaran. Agar lebih mudah mendidik mahasiswa/i, maka harus ada pendekatan khusus dalam Bahasa Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.: “Langkah-langkah kaderisasi mencakup: uswah hasanah, pengarahan, pendekatan, motivasi, penugasan, pembekalan, evaluasi, pembinaan lahir dan batin, yang diberikan secara berjenjang, dari kyai, guru-guru senior, semi-senior, yunior, santri akhir, hinga santri kelas I-V, sehingga hasilnya diharapkan mampu terlatih dan teruji, bukan hanya lahir, tetapi juga batin”.

Pendekatan yang beliau tekankan adalah pendekatan kekeluargaan. Menganggap dan memperlakukan mahasiswa sebagai keluarga besar dari Prodi PBA UNIDA Gontor. Sehingg ketika mereka lulus akan menjadi wajah dan cermin PBA yang diimpikan. Beliau menutup pesan nasehat untuk seluruh murid-muridnya yang sekarang berdiri dibarisan yang sama dalam corps dosen UNIDA Gontor, bahwa mengajar adalah seni, tak bisa dikuasai kecuali dengan latihan yang terus menerus. Disamping itu, beliau juga berpesan untuk tetap berpegang pada salah satu sunnah pondok:

الْمُحَافَظَةُ عَلَى اْلقَدِيْمِ الصَّالِحِ وَالْأَخْذُ بِالْجَدِيْدِ أْلأَصْلَحِ

Program lama yang sudah baik dilanjutkan dan ditingkatkan. Tugas kita mencetak alumni PBA yang bisa mewakili standar Bahasa Prodi PBA itu sendiri. Mereka akan menjadi cermin yang baik dimanapun lapangan perjuangan mereka. Maka didiklah mereka sebagaimana kami dulu mendidik kalian, bahkan lebih baik lagi.


Reporter: Muhammad Wahyudi, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *