Dr. Abeer Haidar : Guru Bahasa Arab Sukses, Ketika Mampu Membuat Siswa Berbicara dan Mendengar Dengan Baik

Dr. Abeer Haidar : Guru Bahasa Arab Sukses, Ketika Mampu Membuat Siswa Berbicara dan Mendengar Dengan Baik

UNIDA Gontor- Satu hari setelah pelaksanan wisuda UNIDA Gontor ke 32, Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIDA Gontor mengadakan seminar Internasional dengan mendatangkan seorang ahli dalam strategi pembelajaran bahasa arab, yaitu Dr. Abeer Shalahuddin Riyadh Haidar, seorang berkebangsaan Mesir namun telah tinggal lama di Qatar. Beliau juga merupakan dosen di Markaz Barnamaj Al-Lughoh al-Arabiyah li ghoiri An-Nathiqiina biha di Universitas Qatar. Seminar internasional tersebut dilaksanakan di Gedung CIOS UNIDA Gontor, pada hari Senin tanggal  4 maret 2019 bertepatan dengan 26 jumadal tsani 1440.

Turut hadir dalam seminar internasional tersebut, Prof Dr. Amal Fathullah Zarkasyi, MA, Dr. Abdul Hafidz Zaid, dan Dr. Ahmad Hidayatulah Zarkasyi, MA. Dalam sambutanya, Prof Amal, Rektor UNIDA Gontor, menyatakan sangat senang dengan adanya seminar ini, dan berharap akan ada terus kunjungan dari Universitas Qatar ke UNIDA Gontor dalam rangka meningkatkan kemampuan bahasa Arab baik kemampuan mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

Dalam muhadorah amah-nya di hadapan para mahasiswa PBA UNIDA Gontor kampus Siman, beliau banyak memberikan arahan-arahan terkait dengan pembelajaran bahasa arab, salah satunya beliau menuturkan, “Sebagai ustadz, apa yang anda lakukan terhadap mahasiswa anda dalam pembelajaran bahasa Arab? Yaitu memberikan latihan-latihan bahasa Arab kurang lebih 7 kali dalam sehari. Karena masing-masing mahasiswa mempunyai tingkat pembelajaran dan ingatan yang berbeda”.

Kemudian beliau melanjutkan ada beberapa cara mahasiswa/siswa dalam belajar bahasa arab, karena setiap mahasiswa mempunyai kecerdasan intektualnya sendiri yang berbeda antar satu dengan yang lainya. Setidaknya ada tiga cara mengajarkan kosakata bahasa Arab kepada para siswa, yaitu visual (bashriyah), dengan cara memberikan benda lalu mengulang-ngulang nama kosakata tersebut kepada siswa, dan siswa mengulanginya. Kedua, audio (Sam’i) yaitu mengulan-ngulang satu kosakata berkali-kali sampai siswa tersebut, dan terakhir, Psikimotorik (haraki) yaitu dengan memberikan suatu permainan atau gerakan tertentu sambil menyebut nama dari benda-benda yang dimainkan.

Selanjutnya, beliau juga menyatakan, bahwa, ada beberapa pendekatan dalam pengajaran bahasa Arab (Teaching Approaches), yaitu Teacher Center Approach, yaitu guru memberikan ceramah saja nonstop kepada siwa tanpa memberikan kesempat siswa untuk berbicara, hanya mendengarkan saja. Kedua, Student Centered Approach, yaitu memberikan kesempatan kepada siswanya untuk bergerak, berbicara, memberikan komentar, dan menulis. Pendekatan ini lebih efektif untuk pembelajaran bahasa asing dibanding dengan pendekatan pertama.

Terakhir, sebelum melanjutkan ke slide dan materi berikutnya, beliau memberikan qoute, “Guru yang sukses dalam pengajaran bahasa arab, adalah ketika seorang guru mampu membuat siswa berbicara dan mendengar dengan baik. Karena maharatul istima’ itu merupakan maharah yang sangat sulit. Hal ini disebabkan sulitnya ketelitian dalam menyimak bahasa Asing . kemudian maharatul kalam, juga sulit, karena hal ini terkait dengan psikologi para siswa, dimana mereka malu, takut salah dan sebagainya. maka tugas guru, bagaimana memberikan motivasi kepada mereka agar mau berbicara dan tidak takut salah.”  (Y.Suryadarma).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *