Halaqah Kitab Ayyuha-l-Walad, Bentuk Karakter Sejati Penuntut Ilmu

Halaqah Kitab Ayyuha-l-Walad, Bentuk Karakter Sejati Penuntut Ilmu

Oleh: Andi Hazrah Nurhaliza Ibrahim

UNIDA Gontor – Halaqah (lingkaran) merupakan sebuah bentuk pendidikan islam. Halaqah adalah pertemuan keilmuan atau pertemuan keagamaan untuk mempelajari Islam dan Al-Quran. Secara umum, terdapat satu atau lebih pembicara utama yang membahas suatu topik yang telah ditentukan. Sementara yang lain duduk di sekitar mereka dan mendengarkan, dan terkdang didalamnya pula terjadi sebuah diskusi atau perdebatan ilmiah.

Dalam rangka meningkatkan wawasan serta ubudiyyah mahasiswi, prodi PBA mengadakan beberapa halaqah yang dilakukan setiap tiga kali dalam satu minggu. Salah satunya adalah halaqah kitab ayyuha-l-walad. Selain menjadi ranah untuk memperluas wawasan para mahasiswi dalam bidang tertentu adanya halaqah ini juga untuk memberi motivasi kepada mahasiswi agar menjadi individu yang lebih baik dari sebelumnya.

Mahasiswi PBA menyimak halaqah Ayyuha-l-Walad dengan seksama dan penuh kekhusyu’an

Seperti yang pernah disampaikan oleh Al-Ustadz Dr. Ahmad Hidayatullah Zarkasyi, M.A. “Be the best in your level”, namun perkataan tersebut tidak hanya sampai disitu. Justru memiliki kelanjutannya dalam petuah Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor “Even The Best Can Be Improved”. Maka dari itu untuk merealisasikan seorang mahasiswi yang tidak hanya mahir dalam bidang intelektual, namun juga tentunya mahir dalam bidang keagamaan. Maka terciptalah halaqah-halaqah tersebut. Seperti yang seringkali kita dengar.

إنّ حسن علاقتك بالله من أكبر عوامل نجاحك

“Sesungguhnya hubungan baikmu dengan Allah adalah faktor terbesar yang mempengaruhi kesuksesanmu”

Halaqah Kitab Ayyuha-L-Walad

Kegiatan ini mengkaji tentang kitab ayyuha-l-walad karya Imam Al-Ghazali, yang mana kitab tersebut memiliki peran besar dalam pendidikan anak, bahkan pendidikan karakter manusia. Halaqah ini dipimpin langsung oleh Ketua Prodi PBA yaitu Al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd. Kitab ini tercipta dikarenakan seorang murid Imam Al-Ghazali yang telah belajar bertahun-tahun kepada beliau, telah mempelajari berbagai ilmu, telah membaca berbagai kitab, dan ingin meminta nasihat kepada sang guru sebelum kepergian murid tersebut. Maka permintaan tersebut dikabulkan oleh Imam Al-Ghazali dengan hadirnya buku ini. Dimana setiap awal nasihat dalam buku tersebut dimulai dengan kalimat ayyuha-l-walad.

Di awal nasihat, Imam Al-Ghazali mengatakan:

Wahai muridku (ayyuha-l-walad) bahwa salah satu nasihat Rasulullah SAW kepada umatnya adalah:

علامة اعراض الله عن العبد اشتغاله بما لا يعنيه وإن امرأ ذهبت ساعة من عمره في غير ما خلق له لجدير أن تطول عليه حسرته و من جاوز الأربعين ولم يغلب خيره شرّه فليتجهز إلى النار

“Salah satu tanda bahwa Allah Ta’ala berpaling dari seorang hamba adalah menjadikannya sibuk dengan perkara yang tidak bermanfaat baginya. Dan apabila seseorang telah kehilangan sesaat saja untuk sesuatu diluar tujuan sebagaimana ia telah diciptakan (beribadah), sungguh ia layak mengalami penyesalan yang berkepanjangan. Dan barangsiapa yang usianya telah melewati  40 tahun, namun kebaikannya belum mampu mendominasi keburukannya maka bersiap-siaplah ia masuk neraka.” Nasihat ini merupakan nasihat yang sangat cocok untuk kita, sebagai ahli ilmu.

Bahwasannya kita seharusnya memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk terus beribadah kepada Allah SWT. Meskipun kita sibuk dalam menuntut ilmu sekalipun, jika kita mengakhirkan ibadah kepada Allah, maka ilmu tersebut akan dijadikanNya tidak bermanfaat bagi kita hingga kita akan mengalami penyesalan yang berkepanjangan. Usia 40 tahun merupakan usia yang telah matang, dimana kebanyakan manusia telah memiliki pribadi yang kokoh dan sulit untuk merubah sebuah kebiasaan. Terlebih jika itu kebiasan buruk akan lebih sulit lagi mereka menerima perbaikan. Maka dari itu, usia tersebut menjadi usia yang menentukan sudahkah kita berbuat baik dimana perbuatan baik itu melebihi perbuatan buruk yang telah kita lakukan, sedangkan kematian akan menghampiri tanpa ada seorangpun yang mengetahui.

Nasihat diatas hanya berupa pembuka, sedangkan dibelakangnya masih ada berbagai bentuk nasihat yang sangat memotivasi para penuntut ilmu. Nasihat-nasihat tersebut tentu sangat penting untuk diketahui serta diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai penuntut ilmu. Yang paling utama adalah bahwa semua ilmu yang telah kita dapatkan akan dipertanggung jawabkan kelak. Namun ilmu manakah yang akan bermanfaat kelak diakhirat? Ia adalah ilmu yang menghadirkan manfaat pula untuk orang lain. Sesuai dengan perktaan Al-Ustadz Yoke Suryadarma M.Pd.I, bahwa dua hal yang harus kita ketahui dalam menuntut ilmu, ia adalah:

أمانة العلم ومسؤولية العلم

“Amanah ilmu dan tanggung jawabnya”

__________

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *