Harapan KH. Hasan Abdullah Sahal untuk alumni UNIDA Gontor

Harapan KH. Hasan Abdullah Sahal untuk alumni UNIDA Gontor

UNIDA Gontor – Alhamdulillah, sebuah kesyukuran dan nikmat yang sangat besar bisa silaturahim langsung dengan Bapak Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Pagi itu (Selasa, 21 April 2020), sekitar pukul 09.30 WIB, sebanyak 13 dosen Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor silaturahim ke kantor Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Tujuannya tidak lain untuk memperbaharui niat melalui setruman nasehat dari para masyayikh Pondok Modern Darussalam Gontor. Terutama untuk para dosen PBA agar bisa berkontribusi mewujudkan salah satu poin piagam Wakaf Gontor, yaitu menjadi pusat kajian studi pembelajaran bahasa al-Qur’an yaitu bahasa Arab.

Dalam kesempatan ini, KH. Hasan Abdullah Sahal ditemani oleh KH. Syamsul Hadi Abdan, KH. Drs. M. Akrim Mariyat, Dipl. Ad.Ed dan KH. Masyhudi Subari, M.A. Dalam waktu sekitar 1,5 jam, Kiai Hasan bicara tentang banyak hal. Mulai dari masalah serius krisis ummat saat ini, wabah corona, lagu Kembalilah yang sedang viral, hingga masalah teknologi komunikasi terkait aplikasi zoom meet dan tiktok. Meski sesekali dengan nada guyonan, namun semua yang disampaikan tak luput dari nilai, filosofis dan hikmah. Selalu ada pelajaran yang bisa diambil.

Ada satu pesan penting yang disampaikan KH. Hasan Abdullah Sahal kepada dosen-dosen PBA saat itu. Beliau mengatakan, bahwa ada satu harapan besar yang sering diungkapkan ke banyak orang dan di berbagai event. Berikut kami transkripkan ucapan beliau:

“Gimana caranya, S1 UNIDA Gontor itu mengkhatamkan salah satu kitab Ajurrumiyyah, Qotrunnada atau Alfiyah, khatam. Belum sah jadi dosen kalo nggak khatam itu!! Belum sah jadi dosen hadits kalo belum mengkhatamkan satu kitab hadits. Minimal bulughularam. Belum sah jadi dosen tafsir kalo belum khatam tafsir al-Qur’an dari juz 1-30. No question, no discussion, no other option!”

Pimpinan Pondok Gontor

Meski harapan ini disampaikan di depan dosen PBA, namun pada hakikatnya ini harapan untuk semua dosen Universitas Darussalam Gontor. Disebutkan di sana dosen hadits dan tafsir. Menurut beliau, bagaimana mungkin dosen tafsir menafsirkan surat al-Baqarah tapi dia tidak pernah baca tafsir surat al-Muzzammil atau surat lainnya. Surat dalam al-Qur’an memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya. Artinya, setiap dosen di prodi tertentu harus punya kualitas sesuai bidangnya. Tidak hanya dosen, mahasiswa pun demikian. Dalam waktu 4 tahun, minimal ada 1 buku yang dikhatamkan. Tentuya sesuai dengan program studi masing-masing.

Beliau menambahkan, kalo sudah begini, barulah itu namanya Universitas Darussalam Gontor. Universitas yang bermutu dan berarti sesuai cita-cita Trimurti Pondok Modern Darussalam Gontor. Satu harapan yang tadi disampaikan tentu bukan satu-satunya harapan beliau untuk alumni UNIDA Gontor. Masih banyak harapan atau cita-cita yang belum tersampaikan secara lisan.

Acara silaturahim diakhiri dengan foto bersama di depan kantor Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.


Penulis: Ahmad Kali Akbar, M.Pd.

Editor: Muhammad Wahyudi, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *