KH. Heru Saiful Anwar,M.A.: Hiduplah Untuk Berjuang.

KH. Heru Saiful Anwar,M.A.: Hiduplah Untuk Berjuang.

UNIDA Gontor – Wali Songo Ngabar. “Kehidupan yang dididik oleh Gontor adalah ketika kita hidup untuk membantu orang lain, tolonglah agama Allah, pasti Allah akan menolong kita.” Inilah nasehat awal yang disampaikan oleh KH. Heru Saiful Anwar, M.A., sekaligus wakil dekan II Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor dan Pimpinan Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar. Ketika keluarga besar PBA UNIDA Gontor bersilaturahmi ke kediaman beliau pada hari Selasa, 5 Mei 2020 yang bertepatan dengan 12 Ramadhan 1441 H.

Mengawali silaturahmi PBA, beliau menceritakan sejarah berdirinya Prodi Pendidikan Bahasa Arab di ISID kala itu, bahwa keputusan Badan Wakaf menyetujui untuk fakultas Tarbiyah membuka dua jurusan yaitu PAI dan PBA. Diawal tahun 2000-an Kiai Heru bersama almarhum Dr. Imam Bahroni, M.A,M.L.Sc, melakukan studi banding ke beberapa universitas di Indonesia, dari UNMUH, IAIN, UM dan UNISMA, hingga juga harus ke Jakarta mengunjungi UNJ, IAIN, dan LIPIA, setelah itu lanjut ke Bandung untuk mengunjungi UNISBA, IAIN, dll guna penyusunan proposal pendirian PBA. Setelah perjuangan panjang akhirnya PBA bisa berdiri pada tahun 2003, dan ditunjuk sebagai Kajur pertama yaitu Dr. Imam Bahroni, M.A, M.L.Sc, kemudian ketika Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A. pulang dari Mesir diberikan amanah untuk menjadi Kajur selanjutnya, kemudian Al-Ustadz. Alif Cahya Setiyadi, M.A., dan sekarang Al-Ustadz. Muhammad Wahyudi, M.Pd.

Kurikulum awal PBA diambil dari kombinasi dari Pakistan yang Kiai Heru kumpulkan selama studi disana, dan juga dari Mesir dengan rujukan materi dari almarhum H. Ali Sarkowi, Lc. Kemudian setelah tersusun kurikulumnya diadakan review dengan mengundang Al-Ustadz. Drs. M. Fuad Effendi (Universitas Negeri Malang). Diawal pembukaan mahasiswa PBA hanya 2-3 orang saja hingga terus berkembang setiap tahunnya. Alhamdulillah tahun ini mahasiswa/i PBA sudah berjumlah 405.
Kemudian beliau menceritakan beberapa kenangan selama enam tahun menjadi Guru di KMI Gontor. Diantaranya, sejak menjadi guru sudah ditunjuk menjadi panitia penerimaan calon pelajar baru. Banyak duet kepanitian bersama alm. Al-Ustadz. Ali Sarkowi, Lc. Sosok yang sangat tekun dan telaten dalam setiap kegiatan. Beliau juga menceritakan sosok KH. Imam Zarkasyi yang mendidik panitia untuk tidak melakukan kesalahan dalam penyusunan soal, walaupun hanya satu huruf. Tak lupa menceritakan bahwa tak ada guru yang ngambek/marah ketika dimarahi oleh Pak Zar, karena jika dimarahi beliau seperti mendapatkan wahyu. Jadi senang jika dimarahi Pak Zar, Ust. Noor Syahid yang paling tahu rasanya bagaimana dimarahi oleh almarhum Pak Zar.

Di akhir, beliau berpesan, “Alhamdulillah kita di UNIDA Gontor masih banyak bertemu dengan orang-orang yang ikhlas dan tulus berjuang. Itu yang harus kita syukuri dan ikuti. Jika yang senior-senior saja semangat masa kita tidak. Dulu kita ke Mantingan bisa 3 kali sepekan dengan kendaraan yang terbatas, tak jarang kita menggunakan mobil ambulans puskesmas untuk bisa ke Mantingan. Ingat! mengajar itu hiburan bagi seorang guru.”

Semasa beliau menjadi Kajur PAI, dua kali akreditasi alhamdulillah selalu mendapatkan nilai A. Kenapa? Karena seluruh asatidz senior semangat, men-support dan all out dalam berjuang. “Walaupun yang mengerjakan hanya kajur yang dibantu 2 sekretaris, tapi tetap bisa maksimal. Akreditasi yang dulu dikerjakan dari pagi hingga jam 5 sore, sekarang tak serumit dan seberat yang dulu. Jadi kalian yang muda, malu jika tak sesemangat para asatidz senior. Perlu, memperbanyak rapat-rapat rutin, kumpul-kumpul bareng untuk bertemu. Jangan sampai ada permasalahan, jika sering ketemu in sya Allah tak ada masalah.” tambah beliau.

Kegiatan silaturahmi itu penting, karena melaluinya, kita bisa minta do’a. Do’a yang pertama untuk pondok/fakultas/prodi baru yang kedua untuk keluarga. Itu dicontohkan oleh Pak Zar, beliau selalu minta do’a untuk pondok kemudian untuk keluarga, disebutkan satu persatu anak-anak beliau. Dan itu yang saya ikuti dalam setiap acara silaturrahim.


Reporter : Muhammad Wahyudi, M.Pd

Editor : Riza Nurlaila, M.Pd

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *