Menyikapi Hadist Nu’aim bin Hammad Terkait Bulan Ramadhan

Menyikapi Hadist Nu’aim bin Hammad Terkait Bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan 1441 sebagai bulan suci umat Islam di seluruh penjuru dunia tahun ini dimulai pada 24 April 2020 setelah meninjau ru’yatul hilal oleh para ahli Falaq. Pasalnya, menyambut bulan mulia ini umat Islam dihadapkan dengan cobaan besar yakni pandemi yang melanda seluruh dunia sehingga membuat umat Islam kehilangan beberapa momen penting yang dinanti-nanti. Selaras dengan keadaan, muncullah pasal mengenai pelarangan sholat jamaah, sholat Jum’at hingga sholat tarawih di masjid meninjau jumlah korban yang terus meningkat. Terlebih, penindaklanjutan hukum dilaksanakan secara ketat bagi daerah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Hadits yang meriwayatkan mengenai kemuliaan bulan Ramadhan salah satunya ialah :

“Ada dua kenikmatan orang berpuasa, ketika tiba waktu berbuka puasa dan ketika ia bertemu Tuhannya”. –Radhiyallahu ‘anhu

Selain itu, nikmat bulan Ramadhan ialah setan-setan dibelenggu, pintu neraka ditutup rapat-rapat, lelah akan para ahli maksiat, pintu Surga menganga menanti pejuang agama, do’a-do’a dicatat malaikat, termasuk turunnnya Kitaabuna al-Adhiim Al-Qur’aanu Al-Kariim.

Tatkala menyambut bulan yang penuh kemuliaan, umat Islam dihadapkan persoalan yang tengah  menguji  keimanan. Ada benarnya sesuai dengan kajian beberapa asatidz bahwa yang dihadapi umat Islam ini bukan hanya bulan Ramadhan biasa namun Ramadhan di akhir zaman. Melihat kejahatan yang merajalela, pandemic  yang menggemparkan dunia hingga awal Ramadhan yang jatuh pada Jum’at, 24 April  sehingga  diperkirakan pertengahan Ramadhan akan jatuh pada hari Jum’at juga. Hadits Nuaim bin Hammad dalam Kitab Al-Fitan mengungkapkan:

“Apabila telah terdengar suara dahsyat di bulan Ramadhan maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal semua suku akan saling berselisih di bulan Dzulqo’dah dan akan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzulhijah dan  Muharram dan manusia akan banyak yang terbunuh nabi menyebutkan hadits ini sebanyak 3 kali. Para sahabat bertanya suara apakah itu wahai Rasulluah? Suara keras yang terjadi di pertengahan bulan Ramdhan pada malam Jum’at. Suara dahsyat itu mengagetkan orang yang sedang tertidur, menjadikan orang yang berdiri terjatuh, para wanita-wanita terhempas keluar dari kamarnya. Pada malam Jum’at di tahun tersebut banyak terjadi gempa bumi. Jika kalian telah melaksanakan solat Shubuh di hari Jum’at pada pertenghan bulan tersebut masuklah kalian ke dalam rumah-rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, tutuplah lubang-lubangnya, lindungi diri kalian dengan selimut! Jika kalian merasakan adanya suara dahsyat maka sujudlah kepada Allah dan ucapkanlah Subhaanal Quddus subhaanal Quddus Rabbanal quddus. Barangsiapa yang melakukan itu niscaya akan selamat dan barangsiapa yang tidak melakukannya niscaya akan binasa”. Hadist dhoiif  ini dipandang lemah dari sisi pribadi namun di mata Imam Bukhari sanad beliau shohih dan apabila terjadi akan menjadi shohih lidzaatih, wallahu a’lam.

Menyikapi hal tersebut bukan lagi saatnya tagar #Stay at Home pasca self quarantine menjadi halangan bagi keadaan. Bulan mulia dengan segala kerahmatannya tetap harus kita gunakan dengan sebaik mungkin. Sebagaimana kita menanti hadirnya Ramadhan, maka ketika Ramadhan datang hendaknya kita melakukan hal yang berkesan dan memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun sekitar. Meninjau banyaknya pertanda kiamat sughro yang ada maka memperbaiki diri adalah cara yang terbaik. Semisal dengan melawan pandemic melalui membangun generasi Qur’ani, menyiarkan syiar Islam melalui dakwah pada sesama dan kegiatan positif lainnya. Menghidupkan bulan yang penuh kemuliaan ini dengan kebaikan dan menebar kemaslahatan.  Sebab, jika kita adalah khalifah  di muka bumi. Jika kita belum mampu menjadi solusi maka  jangan memberikan beban bagi sesama. (Intan Fasya Zahara)

sumber gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *