Pengarahan Penguji Ujian Tahfidz: Standarisasi Program Penilaian Pencapaian Hafalan Al Qur’an Mahasiswa

Pengarahan Penguji Ujian Tahfidz: Standarisasi Program Penilaian Pencapaian Hafalan Al Qur’an Mahasiswa

Program Tahfidz Al-Quran merupakan salah satu kurikum akademik UNIDA Gontor di mana mahasiswa wajib menghafalkan beberapa Juz Al Qur’an. Pelaksanaan program ini secara khusus di bawah naungan Markaz Qur’an UNIDA Gontor dengan para muhafidz dari dosen dan tenaga kependidikan setiap prodi sebagai pembimbing sekaligus pelaksana lapangan.

Prodi PBA, setiap semester memilih dan menetapkan para muhafidz yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan Prodi PBA UNIDA Gontor dengan persetujuan dari Markaz Qur’an. Di sini, para muhafidz selalu melaksanakan pembinaan dan menerima laporan hafalan para mahasiswa sesuai dengan jadwal yang sudah disepakati oleh para muhafidz dan mahasiswa. Setelah shalat lima waktu menjadi waktu pokok pelaksanaan bimbingan dan juga laporan hafalan. Di samping itu ada beberapa program pendukung bimbingan, seperti halaqoh tahfidz pada jam kosong di Gedung Terpadu dan Shiroh, karantina tahfidz, dan banyak program pendukung lain. Dan di setiap akhir semester diadakan ujian tahidz Al-Qur’an secara serentak untuk menguji hasil usaha mahasiswa dan sebagai salah satu persyaratan mahasiswa untuk dapat mengikuti Ujian.

Sebagai bentuk usaha memberi pengetahuan tentang kewajiban dan hak penguji, dan juga untuk standarisasi pelaksanaan ujian tahfidz mahasiswa, maka Markaz Qur’an mengadakan pengarahan penguji tahfidz yang diikuti seluruh muhafidz seluruh prodi tidak terkecuali muhafidz Prodi PBA. Pada tahun akademik ini, Pengarahan ujian tahfidz dilaksanakan pada hari Jum’at, 8 Maret 2019 di Ruang 333 Gedung Terpadu. Pengarahan dibuka langsung oleh direktur Markaz Qur’an dan Islamisasi, Al-Ustadz Dr. Kholid Muslih, M.A.

Dalam kesempatan kali ini, Al-Ustadz Dr.Kholid Muslih, M.A menyampaikan beberapa sambutan dan motivasi untuk para penguji tahfidz dan juga pengarahan prinsip dan teknis ujian tahfidz di UNIDA Gontor.  Dalam sambutan beliau menyampaikan, “Seorang manusia ibarat Hardware, sedang nilai-prinsip syari’at merupakan Software yang harus di Install dengan Asas Al-Qur’an. Sehingga Al-Qur’an tidak hanya berupa slogan, tapi juga terwujud dalam akhlaq seorang muslim. Dan dalam proses install software ini buka waktu yang cepat, membutuhkan proses. Dari sinilah kita memproses instalilsasi software tersebut dalam diri mahasiswa-mahasiswa kita..” Kegiatan dilanjutkan dengan beberapa pengarahan terkait dengan pembagian tempat ujian bagi mahasiswa dan lembar penilaian oleh Panitia pelaksanaan ujian tahfidz. (Fitra Awalia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *