Raih Juara Favorit HEYFEST, Transmisi Perubahan Baik dalam Jangka Panjang

Raih Juara Favorit HEYFEST, Transmisi Perubahan Baik dalam Jangka Panjang

HEYFEST 2020

Al-Ma’hadu Laa yanaamu abadan. Slogan filosofis Gontor yang saat ini benar-benar berkesan dalam kehidupan mahasantri. Bagaimana tidak? Kehidupan keseharian mahasantri sangat dipenuhi oleh ragam kreatifitas kegiatan, perlombaan maupun sesi kajian guna memberdayakan sinergi mahasantri di tengah keadaan yang genting.

15 September 2020, Fakultas Syariah Prodi Hukum Ekonomi Syariah mengadakan penutupan acara gebyar perlombaan yang diadakan dalam menyemarakkan keaktifan mahasantri di era pandemi. Diberdayakan di Aula Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor pada pukul 07.00 WIB hingga selesai. Dengan rentetan acara Seminar terkait ‘Indonesia and Global Shariah Banking Operational’ yang dilanjutkan dengan pengumuman pemenang. Acara tersebut mendapat apresiasi penuh oleh para peserta yang terdiri atas beberapa mahasiswi Syari’ah, utusan prodi, serta mahasiswi undangan yang merupakan pemenang tiap perlombaan.

Mencetak Mahasiswi Intelektual Berlandaskan Syariah

Perlombaan dengan tema umum ‘Mencetak Mahasiswi Intelektual Berlandaskan Syariah’ memiliki beberapa cabang lomba seperti opini, essay, poster, potret, debat ilmiah, dan lomba karya tulis ilmiah. Sedangkan dalam cabang lomba debat ilmiah, mosi dibagikan sesuai dengan isu kontemporer yang ada. Sistem debat yang digunakan dalam ajang tersebut ialah sistem poin. Setelah melewati beberapa tahapan, beberapa delegasi mahasiswi PBA kembali mencetak kegemilangan dalam perlombaan internal kampus yang diadakan.

Usai seminar, pembawa acara membacakan rekapitulasi pemenang perlombaan. Dalam hal ini, PBA berhasil menuai tinta emas dengan partisipasi mahasiswi PBA yang sangat mempengaruhi sistematika penilaian keaktifan di akhir acara. Pencapaian dalam HEYFEST tersebut antara lain Juara 1 Debat Ilmiah yang diwakili oleh Amy Fitriani  Siregar, Syifaussakinah (PBA 2018), serta Helma Autharina (PBA 2018) setelah bersaing dengan tim opisisi yakni program studi Perbandingan Madzhab.

Juara Karya Tulis Ilmiah

Juara LKTI

Masih dalam posisi yang sama, PBA juga berhasil meraih urutan pertama dalam cabang perlombaan Potret dan Poster dengan personalia yang sama. Yakni Yulia Dwi dan Ismi Lathifah (PBA 2019), dalam cabang lomba karya tulis ilmiah perwakilan PBA mendapatkan urutan ketiga dengan inovasi yang digagaskan ‘SEC (Sharia Exchange Culture) Inovasi Mahasantri  dalam Reaktualisasi Budi Pekerti di Era Disrupsi’. Karya tulisa ilmiah tersebut dipresentasikan oleh Intan Fasya Zahara (PBA 2018), Neni Naqiyah, dan Anggita Hilaul Pikri setelah melawan 7 tim di babak finalis. Akhir pengumuman, PBA berhasil meraih kejuaraan bergengsi yakni nominasi Juara  Favorit dalam HEYFEST 2020.

Kemenangan bukanlah final, namun awal dari perjuangan panjang

Bangga berbalut syukur, kedua ketua HMP PBA UNIDA Putri Nazalia Rosadanti dan Linda Syarifah (PBA 2019) mengungkapkan bahwa pencapaian yang diraih di awal masa kepengurusan ini menjadi motivasi untuk bisa melakukan yang lebih baik. Sebab, dengan segala keterbatasan waktu dan persiapan saja alhamdulillah kita mampu mendapatkan keberhasilan ini. Tentu jika persiapan lebih matang akan membawa kita pada keberuntungan yang lebih. Akhir sesi dilanjutkan dengan perfotoan, kemudian evaluasi bersama antar partisipan. Akhirul kalam, mahasiswi PBA saling mengingatkan bahwa masih banyak kegiatan internal kampus yang akan menjadi barometer pergerakan prodi. Maka, eksistensi prodi harus dijaga. Kemenangan bukanlah final, namun awal dari perjuangan panjang.

Dengan evaluasi tersebut, menjadi batu loncatan bahwa sistem mentorship dengan beberapa teman yang telah concerned pada bidangnya tentu dibutuhkan. Selain penyampaian lebih didengar karena menggunakan sistem tutor sebaya, juga menjadi jaariyah hasanah bagi mereka yang menyalurkan ilmunya. Dengan itu, keilmuan teoritis yang kita pelajari janganlah sampai pada titik dilematis. Kita perlu menjadikannya ilmu praktis. Dengan mengajarkan, mengamalkan dan berusaha menjadi lebih baik. Sebab derajat akan tingginya keilmuan seseorang ialah ketika mereka merasa haus akan ilmu yang dipelajari.


Oleh: Intan Fasya Zahara (Mahasiswi PBA Semester 5)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *