Spirit Kekeluargaan, Sumber Kemajuan Prodi

Spirit Kekeluargaan, Sumber Kemajuan Prodi

UNIDA Gontor – Suasana panas di siang hari Ramadhan terasa lebih sejuk dan adem, ketika keluarga besar dosen PBA UNIDA Gontor bersilaturrahim dengan Dr. Setiawan Bin Lahuri, M.A., sebagai wakil Rektor II UNIDA Gontor (2/4/2020). Rombongan disambut dengan senyum khas beliau sambil mempersilahkan kami semua duduk. Beliau mengawali perbincangan hangat dengan memberikan refleksi dari pesan-pesan Pimpinan pondok dan dosen senior, terkait sudah seharusnya setiap dosen itu memiliki kepakaran ilmu di bidangnya. Karena filsafat pendidikan Gontor adalah ruhul mudarris kunci keberhasilan dalam mendidik. Ruhul mudarris ini akan kuat dengan kepakaran yang dimiliki oleh dosen.

Beliau juga memberikan atensi dengan kegiatan yang dilakukan oleh dosen-dosen PBA untuk sowan, minta nasehat serta berbagi hasil silaturrahim, agar semua bisa mengambil manfaat dari nasehat-nasehat pimpinan dan dosen-dosen senior. Beberapa nasehat beliau di antaranya:

Pertama, orientasi pendidikan Gontor adalah kemasyarakatan. Maka, mahasiswa kita harus diprioritaskan. Baik dalam pengembangan akademik ataupun mentalitasnya. Karena ketika mereka pulang akan menjadi leading di bidangnya masing-masing. Jika di Gontor mereka diberikan kunci, maka ketika mereka masuk universitas minimal kita bisa memberikan kendaraan, sehingga bekal untuk berjuang di masyarakat lebih matang. Karena UNIDA Gontor adalah extended/kelanjutan dari KMI Gontor.

Kedua, dosen Prodi tidak semua berkantor di Prodi. Ada yang di biro dan unit yang lain. Mereka juga harus tetap dirangkul dan diperhatikan, dilibatkan dalam acara prodi, menjadi pembimbing akademik ataupun tugas yang lainnya. Sesuai porsinya.

Ketiga, semua harus bisa merasa bahwa ia bagaian dari keluarga besar Prodi, Fakultas hingga Universitas. Karena kultur kekeluargaan akan menjadi sumber kekeuatan untuk memajukan prodi. Ketika kita memperlakukan dosen dan mahasiswa sebagai satu keluarga besar, maka semua akan nyaman dan tenang berada di kampus. Berjuang dan belajar bersama. Kita ingin mencetak generasi penerus dan pejuang bukan generasi penikmat. Maka perlu kita tanamkan selalu dalam jiwa kita nilai-nilai keislaman, kepesantrenan dan mewariskannya kepada seluruh anak didik kita. Tak akan ada kemajuan tanpa kebersamaan dan kekeluargaan.


Reporter: Muhammad Wahyudi, M.Pd.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *