Adab Makan ala Rasulullah

Makan merupakan kebutuhan dasar setiap manusia untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Tubuh teridiri dari beberapa jaringan dan setiap jaringan terdiri dari jutaan sel. Agar setiap sel ini dapat menjalankan tugasnya masing-masing, maka ia harus mengonsumsi beberapa makanan, agar aktivitasnya tidak terhenti yang mana akan mempengaruhi tubuh secara keseluruhan.

Dalam ajaran Islam, ada adab dalam mengkonsumsi makanan yang perlu ditiru diantaranya:

1. Mencuci Tangan sebelum Makan

Mencuci tangan sebelum makan memang hal yang sepele tetapi tidak boleh dianggap remeh, karena tangan yang kotor dapat memindahkan bakteri atau virus ke dalam tubuh.

Mencuci tangan memakai pembersih akan menurunkan kejadian diare 47% dan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) sebesar 30%. Bahkan penyakit yang mematikan seperti SARS, flu burung (H5N1) dan flu babi (H1N1) dapat dicegah dengan mencuci tangan secara benar (Hashman, 2012).

Sumber : Kompasiana

WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memberikan cara 10 langkah mencuci tangan dengan benar:

  1. Basahi kedua tangan dengan  air yang mengalir
  2. Beri sabun antiseptik pada telapak tangan secukupnya.
  3. Gosok kedua telapak tangan dan punggung tangan.
  4. Gosok sela-sela jari kedua tangan.
  5. Gosok kedua telapak dengan jari-jari rapat.
  6. Jari-jari tangan dirapatkan sambil digosok ke telapak tangan, tangan kiri ke kanan, dan sebaliknya.
  7. Gosok ibu jari secara berputar dalam genggaman tangan kanan dan sebaliknya.
  8. Gosok kuku jari kanan memutar ke telapak tangan kiri dan sebaliknya.
  9. Basuh dengan air, keringkan tangan dengan tisu.
  10. Matikan keran air dengan tisu.

2.Menyebut Nama Allah sebelum Makan (berdo’a)

Diriwayatkan dari Amr bin Abu Salamah, ia berkata: “Saat itu, aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah. Tanganku menjelajahi nampan. Rasulullah lalu berkata kepadaku, ‘Hai buyung, sebutlah Nama Allah, dan makanlah dengan tangan kananmu. Makanlah dari yang dekat denganmu. ‘Setelah kejadian tersebut, pesan itu menjadi cara makanku.” (HR. Al-Bukhari no. 5376, Muslim, Malik dalam Al-Muwaththa’, dan At-Tirmidzi).

An-Nawawi menyatakan, “Jika orang yang hendak makan membaca bismillahirrahmanirrahim (dengan Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang) maka itu lebih bagus, karena lebih sempurna, lain halnya saat menyembelih binatang.

3. Makan dengan tangan kanan

Salah satu etika yang cocok dalam berperilaku yang terpuji, adalah menggunakan tangan kanan untuk perbuatan yang mulia.

Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah bersabda “Jangan makan dengan tangan kiri karena setan makan dan minum dengan tangan kiri” (HR. Muslim, Ahmad, dan Ibnu Majah).

4. Makan dengan Tiga Jari

Diriwayatkan dari Ka’ab bin Malik, ia berkata, “Rasulullah makan dengan tiga jari, dan menjilati tangannya sebelum mencucinya.” Redaksi hadits ini menurut Th-Thabarani dalam Al-Awsath: Ka’ab bin Malik berkata, “Aku melihat Al-Musthafa makan dengan tiga jemarinya: jempol, jari di sampingnya (telunjuk), dan jari tengah. Kemudian, aku melihat beliau menjilati tiga jemarinya sebelum mencucinya.”

Makan menggunakan tiga jari lebih baik daripada menggunakan sendok, di dalam penelitian enzim hanya terdapat pada ibu jari, telunjuk dan jari tengah. Ketika kita makan dengan tiga jari maka bakteri yang masuk kesistem pencernaan akan diikat oleh enzim tersebut sehingga aktifitas bakteri akan terhambat (Firdaus, 2017).

5. Makan tidak Berlebihan

Dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 31

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan & minumlah, & janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

(NH)

Referensi :

Al-Qur’an al-Karim

Hashman, H. 2012. Rahasia Kesehatan Rasulullah : Meneladani Gaya Hidup Sehat Nabi Muhammad SAW. (Jakarta: Noura Books), Hal: 72

Thawilah, Abdul Wahab A. Fiqih Kuliner. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar. Hal:517-530

Firdaus. 2017. Nilai-Nilai Pendidikan dalam Anjuran Makan Dengan Tiga Jari. Jurnal Al-Thariqah Volume 2 No. 2. Hal : 168

Writer: Siti Nurhayati – Prodi Gizi UNIDA Gontor

Sumber foto: Boombastis

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang

Berita Terbaru