Alumni PBA Mengabdi di Kampung Qur’an Bogor

Salah satu alumni 2020 PBA Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor yaitu Nurusyamsi Ubaedillah, S.Pd., putra dari Bapak Subhan Ubaedillah dan Ibu Enung Maryati, setelah lulus dari UNIDA Gontor mendapatkan kesempatan untuk berjuang disalah satu lembaga pendidikan yang bergerak di dunia Tahfidz.

Pondok Pesantren Irsyadul Quran Bogor itulah lapangan perjuangan baru baginya, untuk bisa mengaplikasikan pengalaman belajarnya selama studi di Gontor. Mendapatkan tugas dari pimpinan Pondok dibagian pengajaran.
Penulis melalui daring bertanya beberapa hal terkait dunia perjuangan yang sedang dia jalani, berikut hasil wawancara kami dengan Ustadz Syamsi:

1. Apa alasan memilih Pondok Irsyadul Qur’an?

Ia menjawab dengan beberapa poin:
– Karena asatidz di Gontor berpesan harus siap berjuang dimanapun kita ditempatkan.
– Ingin menerapkan apa yang sudah di dapat di UNIDA Gontor.
– Ingin menambah pengalaman dalam mengajar.
– Ingin menambah pengalaman dalam mengelola pesantren dan sekolah.
– Ingin belajar merintis system untuk sebuah lembaga.
– Termotivasi menambah hafalan Al-Qur’an, karena disini adalah pondok tahfizh.

2. Apa pengalaman belajar di PBA UNIDA Gontor bermanfaat ketika mengajar disana?

Ia menyampaikan:
– Pengalaman belajar yang sangat bermanfaat adalah pengalaman ketika ikut terlibat aktif di pelatihan bahasa di PUSDIKLAT UNIDA Gontor, baik sebagai panitia ataupun pengajar, itu sangat berharga untuk kami, karena 90 persen kami terapkan disini
– Materi kuliah yang kami pelajari di UNIDA Gontor juga sangat bermanfaat bagi kami, karena kami di bagian pengajaran, tentu disini merancang sistem apa yang telah di ajarkan ketika kami kuliah di unida gontor. Seperti: pengembangan kurikulum, design pembelajaran, evaluasi pembelajaran, metodologi pembelajaran, dan sebagainya.

3. Apa metode atau trik antum untuk mengajak anak-anak berbahasa Arab di Ponpes Irsyadul Quran Bogor?

Ust. Syamsi yang juga aktif disetiap kegiatan PUSDIKLAT UNIDA Gontor menjawab:
-Kami selalu mengajak untuk mencintai bahasa arab, karena ketika sudah mencintai bahasa Arab, insya Allah akan selalu berusaha mengembangkan bahasanya.
– Membuat suasana bahasa yang kondusif dengan system yang kuat.
– Berusaha menjadi qudwah soliha dalam berbahasa.

4. Apa pesan Pimpinan Pesantren yang selalu antum ingat?

Ia menyampaikan beberapa kutipan nasehat beliau sebagai berikut:
– Selalu ikhlas dalam mengajar, karena ikhlas Allah langsung yang membalas.
– Mengajar bukan sekedar mengajar, mengajar adalah mendidik umat masa depan.
– Jangan berhenti dengan gelar sarjana, raihlah ilmu setinggi mungkin. Sampai menjadi doktor, professor, dan juga jangan lupa haafidzh
– Jangan berhenti hanya sekedar pengajar di pondok, buatlah pondok untuk mendidik bangsa

5. Apa misi atau tujuan antum dalam mengajar?

Ia menjawab dengan singkat, “Tujuan mengajar adalah untuk membuat anak bisa maju tanpa gurunya.”

6. Apa nasehat dari dosen UNIDA Gontor yang selalu antum ingat?

Ia mengutip pesan “Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, M.A., M. Phil.,: Lebih baik terpaksa masuk syurga dari pada ikhlas masuk neraka.”

7. Apa pesan mahasiswa PBA yang masih aktif di kampus UNIDA Gontor?

Ia menyampaikan, “Bekalilah diri kita dengan pengalaman dan ilmu, karena kita tidak tahu diperjalanan bekal apa yang akan kita gunakan. Dan bekal harus lebih, tidak boleh kurang.”

Semoga Allah memudahkan setiap langkah perjuangan al-Ustadz. Syamsi dalam lapangan perjuangan mendidik anak bangsa, serta bisa menggali hikmah dari masyayikh yang ada di pondok dan dimana ia berjuang. Serta keberadaan dia di Pondok menjadi sebab kemajuan Pondok Irsyadul Qur’an Bogor.

(Rep: Muhammad Wahyudi/edited by: Nur Syamsi Ubaedillah, S.Pd.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang

Berita Terbaru