Alumni PBA UNIDA Gontor Kuliah S2 di Turki

Istanbul-Turky we’re coming. Mungkin itulah ungkapan yang diucapkan dalam hati tiga alumni PBA Fakutlas Tarbiyah UNIDA Gontor yang akan berangkat guna melanjutkan studi Master mereka di Universitas Istanbul Sabahattin Zaim Turki. Setelah penantian dan lika-liku mencari jalan untuk bisa lanjut studi di luar negeri, mencari pengalaman baru serta mengunjungi indahnya Negeri Turki dan sejarah Turki Usmani yang sudah mendunia. Ibarat mimpi yang jadi kenyataan. Setelah lulus tahun 2018 dan mengabdi di UNIDA Gontor selama satu tahun, akhirnya 28 September 2019 mereka terbang menuju negeri impian.

Ketiga alumni PBA tersebut adalah Azhar Nor, S.Pd., Risky Albanna, S.Pd., dan Malikus Saleh, S.Pd. mereka mengambil prodi Studi Islam Fakultas Sosial di kampus IZU Turki. Untuk biaya kuliah dari beberapa sumber, diantaranya dari orang tua, beasiswa dari pemerintah daerah serta beasiswa asrama dari Turki. Ketika penulis bertanya kepada ust. Azhar, mengapa memilih Turki? Beliau menjawab: “Karena banyak sejarah dan peradaban yang ada dı Türki, baik dari Yunani, Romawi, hingga ke sultanan terbesar umat İslam yaitu Kesultanan Usmaniyah. Dan selain belajar studi İslam, sejarah menjadi hobi tersendiri bagi saya.”

Selama studi di Turki banyak kesan yang dirasakan, diantaranya; Perbedaan sistem dan kultur ketika pembelajaran. Dimana disini kita boleh bertanya kapanpun kepada pemateri makalah, selama menurut pandangan kita ada terdapat kesalahan atau menemukan hal baru. Berbeda dengan di Indonesia,  setelah selesai presentasi barulah kita bertanya, dan itupun kadang malu-malu. Dan dari teknologi informatika nya disini semua serba online, bukan karena faktor corona tapi memang sebelum ada virus ini pun semua hal baik info kuliah, pembayaran DU, pengambilan sks, dll bersifat online.

Apa pesan untuk mahasiswa aktif PBA bagi yg ingin lanjut S2 di Turki? Beliau berpesan: “Perkuat Bahasa Arab, tidak hanya maharatul al- kalam dan maharatul al-‘istima, tapi juga tingkatkan maharatul al-kitabah dan maharatul al-Qiroah. Karena banyak mahasiswa luar negeri yang tidak lulus ujian Bahasa, tidak terkecuali orang arab sendiri.”

Apa saja kesulitan selama studi di Turki? Jawab ust. Azhara: “Bukan kesulitan sebenarnya, lebih ke adaptasinya, ke kultur yang baru. Seperti makanan, bahasa, dan mungkin kebiasaan orang disini. Tapi lambat laun pasti akan terbiasa.”Rencana setelah selesai S2 ingin kemana? Beliau menjawab sambil tersenyum: “Saya berniat untuk melanjutkan ke jenjang Doktoral, tapi mungkin perlu waktu rest sementara baik itu untuk mengajar di universitas maupun menyempurnakan separuh agama. Tapi keinginan untuk lanjut belajar selalu tertulis dalam target saya.”

Berkat adanya MoU antara UNIDA Gontor dan IZU Turki, sudah banyak alumni UNIDA Gontor yang melanjutkan jenjang studi Masternya di negeri yang dipimpin oleh Presiden yang disegani oleh dunia Recep Tayyip Erdogan. Maka untuk seluruh calon alumni UNIDA Gontor, khususnya PBA persiapkan diri anda sebagai bekal untuk melanjutkan studi ke tingkat selanjutnya, jangan cepat puas dengan gelar Sarjanamu, masih ada master (S2), doctoral (S3) hingga Professor (Guru Besar). Semoga Allah mudahkan Langkah menuju cita-cita besarmu. Dan ingat pesan Kiai kita Almarhum Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.: “ Jadilah manusia yang kuat iman, kaya ilmu, kaya jasa, dan kaya harta. Satu laksana seribu bahkan sejuta.”

(Rep: Muhammad Wahyudi, edited by: Azhar Nor, S.Pd.)

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru