Mahasiswi PBA Raih Juara 1 Artikel Opini COMMFEST 2020

UNIDA Gontor – Fenomena COVID 19 yang merubah tatanan dan kebijakan masyarakat faktanya tidak mempengaruhi diselenggarakannya acara-acara kemahasiswaan guna implementasi dan kolaborasi keilmuan yang ada.

Desember 2020, Prodi Ilmu Komunikasi UNIDA Gontor kembali mengadakan acara tahunan yakni Communication Festival (Festival Komunikasi) Ketiga yang telah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya. Perlombaan berskala nasional ini diumumkan secara online maupun offline pada 10 Desember 2020 hingga batas waktu pendaftaran sekaligus pengumpulan karya pada 24 Desember 2020. Tema besar yang diusung dalam acara ini ialah  ‘Rise Together Act Together’ dengan beberapa cabang lomba seperti fotografi, videografi, dan artikel-opini.

Acara inti yang berlangsung selama dua hari dimulai pada Sabtu, 26 Desember 2020 dengan sambutan Wakil Dekan I Fakultas Humaniora, Al-Ustadz Sofi Mubarok, Lc., M.A. berlanjut dengan sesi webinar pada hari pertama yang menghadirkan pembicara-pembicara hebat seperti Nurudin, M.S.I selaku Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang dan Trainer Menulis.

Sesi ini membahas seputar ‘Jurus Menulis Ilmiah Populer’. Dilanjutkan pada pembicara kedua Rizky C. Saragih, S.I.Kom IAPR sebagai Kabid. Pengembangan PERHUMAS Muda dengan fokus kajian terkait ‘Public Relation in New Normal’ dan sesi terakhir ditutup oleh Ahmad Fuadi –novelis fenomenal Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Hari kedua berlanjut pada Minggu, 27 Desember 2020 dimulai pukul 08.00 hingga selesai dengan ‘Profession’s Sharing Session’ bersama tiga pembicara inti yang tidak kalah menarik. Sesi webinar pertama diisi oleh Mamuk Ismuntoro selaku Pendiri Komunitas Matanesia. Ia mengambil alih sesi dengan fokus pembahasan terkait ‘Make Meaningful Photos’. Pembicara kedua yakni Moddie Alvianto Wicaksono,M.A selaku penulis mojok.co dengan fokus pembahasan tentang ‘Membuat Karya dengan Rasa’, serta sesi terakhir ditutup oleh seorang Creative Content Creator –Irfan Ghofur dengan judul ‘Improving Your Ideas’. Dalam sesi kedua ini webinar diselingi dengan presentasi para finalis setiap perlombaan baik fotografi, videografi, dan artikel-opini untuk dinilai langsung bersama pakar yang handal dalam fokusnya.

Kegiatan berskala nasional ini turut dihadiri oleh beberapa perguruan tinggi Indonesia maupun SMA/SMK/Se-derajat. Kontribusi mahasiswa/i UNIDA Gontor tidak kalah bersaing dalam meramaikan festival ini. Beberapa mahasiswa/i Prodi Pendidikan Bahasa Arab sendiri turut menghadiri acara sebagai peserta webinar maupun perlombaan.

Salah satu mahasiswi PBA, Intan Fasya Zahara (PBA 2018) berkontribusi dalam perlombaan individu artikel-opini dengan rema inti ‘Kesehatan Mental dan Media Sosial’. Ia sadar, isu yang diangkat merupakan isu yang tengah ramai diperbincangkan publik sebagaimana tidak sedikit masyarakat sekitar mengalami mental illness yang dapa tsaja dipengaruhi oleh perkembangan digital yang ada. Terlebih berbicara tentang kesehatan mental menjadi kepedulian sesama untuk saling bahu membahu menciptakan lingkungan berkomunikasi yang nyaman dan aman.

Dalam sesi presentasi, setiap finalis disaksikan langsung oleh juri sekaligus tamu kehormatan Moddie Alvianto Wicaksono,M.A yang turut menjadi pembicara inti dalam ‘Profession Sharing’. Mengomentari sekaligus mengapresiasi setiap finalis dengan gaya bahasa masing-masing “Secara keseluruhan, seluruh finalis telah membuat tulisan secara runtut. Artinya nyambung. “Hanya saja mbak Intan, sepertinya terlalu banyak data jadi bingung mau masukan yang mana. Itu ya perlu diingat,” ungkap penulis harian mojok.co itu. 

Intan Fasya turut mengungkapkan, “Seketika saya ingat mata kuliah Metodologi Penelitian bahasa Arab oleh Al-Ustadz Yoke Suryadarma, yang mana beliau menyampaikan bahwa banyak fenomena peneliti memiliki banyak referensi tetapi bingung dalam menyajikannya. Maka hal seperti ini butuh praktik dan terus berlatih. Sebab tidak ada sesuatu yang instan. Dan, perlombaan selaku kegiatan non akademik ini ialah wadah yang menyeimbangi kegiatan akademik di kelas perkuliahan. Sebab, hidup adalah tentang belajar terus menerus dan fokus menggali potensi diri.”

Festival ini ditutup pada malam penganugerahan, Minggu malam 27 Desember 2020 secara offline oleh segenap panitia dan secara daring oleh para peserta. Dalam festival ini, syukur alhamdulillah Intan Fasya berhasil meraih juara 1 dengan judul opininya ‘All in One System-Satu Kesatuan yang menjadi Tameng’ dengan memilih sub tema ‘Individu dan Pengaruh Lingkungan Sosial’. Ia mengalahkan keempat finalis lain yang berasal dari UIN Alauddin Makassar, Universitas Darussalam Gontor, dan Omer Halsidemir Universitesi Turki. Dilanjutkan dengan sambutan singkat secara daring.

Hal yang dapat kita pelajari ialah, jangan menjadikan batasan sebagai alasan. Semua akan menjadi kenyataan jika ada kemauan. Jangan menjadikan alasan terkait fokus keilmuan perkuliahan, jangan menyia-nyiakan kesempatan. Belajar dengan mereka yang kita rasa lebih, sebab ranah keilmuan itu sangatlah luas dan diatas langit pasti ada langit. Maka teruslah berkarya, ingat kan judul buku ‘Sukses berpola, gagal juga berpola tinggal pilih yang mana?’.
[Melanie Agustin, Rika Khoirun Nisa (PBA 2), Intan Fasya (PBA 6)/Editor: Riza N/Reviewer: Nuhana Marantika, S.Sos.I., M.A., Dosen Prodi Ilmu Komunikasi]

Artikel menarik lainnya:

Mahasiswi HI UNIDA Gontor Juara Favorit ALCOM 2020
Raih Juara Favorit The Agent of Change, International Relations Competition 2020
Razi, Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif
Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Seminar Terjemah

Contact us, for more informationRahmad Maulana Tazali or Zainal Abidin

Berita Terbaru

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang