Menjadi Staf Fakultas Hingga Sekretaris Pimpinan Pondok

Sebesar keinsyafanmu, sebesar itu pula keuntunganmu (Trimurti Gontor). More Learns more forgets, less learns less forgets (KH. Imam Badri). Dua nasehat di atas sering kita dengarkan selama menjadi santri atau mahasiswa santri di Gontor. Dan dua nasehat ini juga yang memantapkan al-Ustadz. Ikhwan Achmadi, S.Pd.I., untuk ikut terlibat langsung berjuang dan memperjuangkan di Pesantren Mumtaza Prapas Banjarnegara. Pondok yang dirintis dan dipimpin oleh KH. Afit Juliat Nur Cholis, M.A., beliau juga alumni Gontor 1997. Pondok ini di tahun pertama memiliki 40 santri dan 10 kader muhaffidz, seluruh santri tidak dipungut biaya atau GRATIS. Namun pondok mempersilahkan jika ada wali santri yang ingin membantu pondok dengan hartanya, karena pondok ini juga adalah pondok yang sudah diwakafkan. Pondok ini menggabungkan antara program tahfidz dan sistem KMI Gontor.

Ust. Ikhwan alumni PBA tahun 2015, setelah lulus ia mendapat kesempatan untuk membantu almamaternya, menjadi staf Sekrtetaris Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, sekarang diamanahi sebagai sekretaris Pimpinan Pondok Mumtaza, pengalaman menjadi staf di Fakultas Tarbiyah memberikan ia banyak bekal sebelum berjuang di lapangan perjuangan yang sesungguhnya, semua tugas dan komunikasi selama di UNIDA Gontor sangat membantunya untuk bisa menjalankan tugas yang ia emban sekarang dengan segala integrits dan totalitas kehidupan, ikut mewarnai kehidupan santri selama 24 jam. Selain karena ia berjuang di pesantren baru, maka ia terlibat juga di bidang lain seperti mengurus santri, menyiapkan prasarana, dan terlibat juga dikemandirian pesantren berupa peternakan, perikanan, dan pertanian.

Dokumentasi Al-Ustadz. Ikhwan sedang mengarahkan santri Pondok Pesantren Mumtaza

Ketika penulis bertanya alasan memilih pondok Mumtaza sebagai lapangan perjuangan, ia menjawab: “Kyai Hasan pernah menyampaikan; hidupnya pesantren karena Jiwa dan nilai-nilainya. Sejak masa-masa perintisan (satu tahun sebelum berdirinya pesantren) kami mengobrol panjang lebar dengan Pimpinan dan Pengasuh tentang jiwa dan nilai-nilai pesantren, dari situlah muncul keyakinan inilah tempat dan jalan dakwah yang in sya Allah akan saya pilih untuk  masa yang akan datang.”

Apa pengalaman belajar di PBA UNIDA bermanfaat ketika di pesantren? Banyak sekali hal yang kami dapat semasa kuliah di Prodi PBA UNIDA Gontor. Mulai dari ruang perkuliahan dengan diajar oleh dosen-dosen yang ikhlas dalam mengajar, membuat kami pribadi mendapat inspirasi dan motivasi tersendiri walaupun kendalah bahasa kami rasakan pada waktu itu. Diakui ilmu yang didapat ketika perkuliahan sangatlah terbatas, oleh karena itu berbagai kajian dan seminar berusaha sekuat tenaga untuk dikuti dan dimaskimalkan baik bersama Ka. Prodi pada waktu itu Ust. Alif Cahya Setiyadi, M.A., maupun dengan dosen-dosen yang lainnya bahkan bersama Mahasiswa semester atas dan juga bersama Mahasiswa Pascasarjana. Selain itu terlibat dalam berbagai kepanitian pengalaman berharga tersendiri, mengasah kepemimpinan, berlatih menyampaikan pendapat, menyelesaikan berbagai tugas dan amanah yang membuat diri lebih matang dalam menghadapi permasalahan. Terlebih selesainya masa perkuliahan, 4 tahun kurang sekian bulan dan mendapat amanah di Sekretaris Fakultas (kami menyebutnya waktu itu) menambah pengalaman berharga bisa sering berdiskusi dan bertukar pikiran dengan dosen-dosen fakultas maupun yang lainnya. Hal itu yang menjadi bekal kami ketika di pesantren baru ini.

Apa trik mengajak anak berbahasa Arab dipondok? Pertama kami mempunyai slogan dalam belajar yaitu Enjoy Learning. Maka semua mata pelajaran dikonsep untuk menghadirkan suasana yang menyenangkan dalam belajar, begitu juga dengan Bahasa Arab dikemas dengan berbagai kegiatan bahasa yang membuat anak dituntut untuk bisa dan senang dalam belajar bahasa seperti Outbond Bahas Arab, Muhadatsah yaumiyyah, dll; alhasil merekapun mau dan mulai terbiasa mendengar percakapan dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Arab meskipun baru 2 bulan dipondok.

Apa Pesan Pimpinan Pesantren? Dalam suasana senggang terkadang kami ngobrol santai dan membicarakan Pesantren kedepan nya akan bagaimana. Sering beliau menasihati untuk memantabkan langkah dijalan dakwah ini karena sedikit orang yang mengambilnya. Ada ungkapan yang sering kami diskusikan “if your vision is a year, grow flower. if your vision is 10 years, grow fruit. If your vision 50 years, grow tree. But if your vision is long-lasting vision, grow people.

Apa pesan untuk Mahasiswa PBA aktif? Ia berpesan: “Ikuti perkuliahan dengan sebaik mungkin, shuhbatul ustadz, aktif diberbagai kegiatan. Isi waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat membaca buku diperpustakaan, diskusi, kajian dll. Akrablah dengan Al Qur’an karena kampus kita dikenal dengan kampus pesantren terlebih bisa menghafal dan memahami isi kandungannya.

Materi PBA apa yang paling bermanfaat di sekolah? Pada intinya semua materi di PBA bermanfaat ketika di pesantren namun materi yang sering dijumpai yaitu materi yang diujikan ketika MKDU dan MKDK. Semoga perjuangan Ust. Ikhwan yang memagang moto dalam hidupanya “Ibtighooan limardhotillah” bisa menjadi orang-orang yang menebar manfaat dan kemanfaat dimanapun ia berada.

(Rep: Muhammad Wahyudi, Edited by: Ikhwan Achmadi, S.Pd.I.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang

Berita Terbaru