Dosen PBA UNIDA Gontor Ikuti Program Pelatihan Bahasa Arab di Universitas Qatar

Dalam rangka menindaklanjuti MoU yang sudah disepakati, maka, UNIDA Gontor mengirim utusan untuk mengikuti pelatihan Bahasa Arab di Universitas Qatar. Program ini dikenal dengan Arabic for Non Native Speaker (ANNS). Ini merupakan bentuk kongkret akan keseriusan yang ditunjukkan oleh UNIDA Gontor yang mana semua itu bertujuan agar kedua belah pihak semakin memiliki hubungan yang erat. Sebagai maklumat, MoU ini sudah berjalan sejak 2013 hingga sekarang. Bedanya, dulu UNIDA Gontor hanya mengirim 1 orang saja setiap tahunnya. Namun sejak 2 tahun kemarin, Universitas Qatar meminta 2 orang.

Pada tahun ini, yang dikirim ialah al-Ustadzah Umi Mahmudah,M.Pd., yang mana beliau merupakan dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa Arab. Pada kesempatan ini, beliau diterima di kelas advance alias tingkat mutaqoddim pada program ANNS tersebut.

Delegasi yang dikirimkan UNIDA Gontor selain al-Ustadzah Umi Mahmudah, M.Pd. ialah al-Ustadz Ziyad Ahmad Zarkasyi. Keduanya merupakan alumni Fakultas Tarbiyah yang berkesempatan mengikuti Program Arabic for Non Native Speaker (ANNS).

Tujuan dari pengiriman delegasi ini, selain untuk mempererat hubungan dan merealisasikan MoU kedua Universitas, juga sebagai rangka guna menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berarti sesuai dengan motto dari UNIDA Gontor itu sendiri. Karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa dengan terciptanya SDM yang unggul, akan melahirkan sebuah pencapaian yang gemilang di seluruh ranah kehidupan dan terkhusus ranah pendidikan.

Pendidikan yang baik akan berdampak pada hasil yang baik pula. Artinya, output yang dihasilkan akan memiliki daya saing tinggi mengingat akan tantangan yang semakin besar maka dari itulah segala bentuk persiapan yang menunjang akan keberhasilan semua itu harus disiapkan sedemikian rupa tentu harus dengan sebaik-baiknya.

Program Arabic for Non Native Speaker sendiri merupakan sebuah program pelatihan Bahasa Arab yang diadakan di Qatar University. Program ini diikuti oleh sekitar 50 orang lebih dari sekitar 30 negara di dunia. Indonesia, Korea, India, Thailand, Turki, Rusia, Kanada, Amerika, Nigeria, Ghana, Hungaria, Ukraina, dan lain-lain. Program ini berlangsung selama setahun atau 2 semester. Pesertanya tidak terbatas Muslim saja, akan tetapi dari non-Muslim juga. Tujuannya adalah untuk syiar Bahasa Arab kepada seluruh penguhuni jagat raya ini. [Syahrul]

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru