Graduation Short Story

UNIDA Gontor Kampus Mantingan – Ini ceritaku dalam menggapai wisuda 38. Waktu itu aku masih duduk disemester 4, namun Alhamdulillah motivasi untuk menjadi wisudawati before the time sudah menghantui diriku. Itu disebabkan karena ketika itu Allah memberikan aku kesempatan untuk bisa memahami bahasa Arab lebih, sehingga pada semester 4 cukup banyak kakak kelasku yang sedang mengerjakan skripsi meminta bantuan kepadaku untuk mengoreksi bahasa mereka. Dan diantara mereka ada yang meminta tolong padaku untuk lebih cepat dalam mengoreksi, dikarenakan beliau ingin menjadi wisudawati before the time (3,5 tahun). Ketika akau bertanya “ Kenapa antum mau menjadi wisudawati lebih cepat dari teman-teman antum?”, lalu beliau menjawab “ karena aku mau membuat orang tuaku bangga dan senang.”

Setelah itu, mulai tumbuh benih-benih untuk menjadi seperti beliau, bahkan ketika aku mengatakan hal seperti itu kepada beliau, beliau mengatakan “ Jadilah yang lebih baik dariku”. Waktu pun mulai berlalu, hingga aku sampai pada jenjang semester 6. Diawal semester 6, para dosen sudah mengingatkan dengan sangat keras akan pentingnya skripsi yang akan kita hadapi di semester 7, khususnya Kaprodi kami yang kami banggakan yaitu Ustadz. Muhammad Wahyudi,M. Pd, beliau sangat bersemangat dalam memotivasi kami untuk menseriusi hal skripsi, yaitu dengan meminta kami untuk mencari judul skripsi dan menulis proposal tentang judul tersebut. Dari situlah aku mulai menumbuhkan niat untuk menjadi wisudawati lebih cepat dari teman-temanku guna membuat orang tuaku bangga dan senang.

Ketika aku mulai sibuk dengan kegiatan KKN, yang penuh dengan halangan dan rintangan, disamping itu aku memulai menerjemahkan proposal yang telah aku buat sebelum KKN. Beranjak ke semester 7, kesemangatanku untuk menggapai impian tersebut mulai membara, hingga pada akhirnya aku sampai pada jenjang SPS, Alhamdulillah aku bisa melaksakukan SPS setelah temanku yang perdana. Lalu langkah berikutnya aku mulai melanjutkan perjuanganku untuk memperbaiki proposalku yang mana itu merupakan bab satu yang aku jadikan tumpuan untuk penelitianku. Setelah aku selesaikan revisi proposal, aku mulai melanjutkan ke bab 2 yang mana banyak sekali tantangan yang harus aku lewati, mulai dari banyaknya kegiatan pondok yang harus aku kerjakan. Ya Allah kuatkanlah aku, apakah mungkin aku bisa menjadi seperti kakak kelasku dengan banyaknya revisi yang diberikan penguji setelah revisi pertama, aku berharap langsung diterima dan dapat muwafaqoh langsung dari semua penguji setelah revisi, akan tetapi revisinya malah lebih banyak dari sebelumnya, yang mana revisi itu berupa perubahan judul, perbaikan bab 2 dan bab 3 yang sebenarnya ga mungkin banget buat aku untuk mengerjakannya dalam waktu yang singkat, padahal waktu yang diberikan untuk menyelasaikan persyaratan yudisium menuju wisuda 3,5 tahun hanya 1 minggu. Akan tetapi karena adanya keinginan serta perjuangan orang tua yang begitu berat maka aku paksa diriku untuk yakin bahwa aku bisa mengerjakannya. Dan benar kata pepatah Arab yang berbunyi apabila ada kemauan pasti ada jalan. Alhamdulillah dalam waktu kurang satu minggu aku bisa menyelesaikan semuanya. Dan akhiranya Alhamdulillah aku bisa menyelesaikannya dengan tepat waktu serta bisa menggapai cita-cita yang aku impikan. Dan Alhamdulillah dengan selesainya skripsi sebelum waktunya dan menjadi wisudawati 38 banyak hal yang tidak bisa dirasakan semua orang dan aku bisa merasakannya. Diantaranya aku bisa lebih focus ibadah, mengabdi dan mengajar serta bisa bersilaturahim dengan keluarga ketika liburan lebih lama. Yang dimana teman-temanku masih sibuk dengan kewajiban suci ini (skripsi) dibulan yang suci (Ramadhan). Alhamdulillah. Semoga wisudawan dan wisudawati setelahku bisa lebih baik dan lebih banyak yang mampu menuntaskan masa belajar S1 dalam waktu 3,5 tahun.


Au. Anita Nurjannah, S.Pd.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru