Haflatu Takhrij ke-34, Kebanggan, Amanat, dan Uswah

UNIDA Gontor, 23 Februari 2020, Gedung Utama Universitas Darussalam Gontor menjadi saksi bisu akan kebahagiaan para wisudawan dan wisudawati ke 34 yang genap menamatkan studi strata satu maupun strata duanya. Disaksikan secara langsung oleh pendiri pondok modern, jajaran rektor, segenap dosen bahkan turut dihadiri oleh Prof. Siti Zuriyatun selaku peneliti ilmu politik Indonesia. Kebahagiaan juga hadir dari arah sanak keluarga yang memenuhi gedung terpadu lt.4. Beberapa utusan mahasiswi juga turut menghadiri acara sakral ini supaya dijadikan motivasi kedepannya untuk menjadi penerus tonggak kebaikan.

Diawali dengan sambutan rektor kedua al-Ustadz Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi yang membicarakan seputar akademik, beliau menjelaskan bahwa sepanjang perjalanan dan perjuangan UNIDA telah memiliki 7 fakultas dan 17 program studi dengan rincian akreditasi A sebanyak 6 prodi, B=8 prodi, C=6 prodi, serta 2-3 prodi dalam proses akreditasi. UNIDA juga memiliki beberapa mahasiswa yang berasal dari mancanegara seperti Palestina, Turki, Prancis, Filipina, Nigeria, dan lainnya. Berbicara mengenai akreditasi tentu merupakan unsur penting yang tidak dapat dilupakan karena hal ini sangat berpengaruh dalam menjalin mutu kependidikan. UNIDA  selaku universitas Islam berbasis pesantren yang memiliki 4 sintesa juga memperhatikan beberapa esensi terkait dengan akarnya, sehingga turut aktiv memberikan beasiswa bagi segenap mahasiswa berprestasi maupun yang membutuhkan.

Syukur, selama 4 tahun ini UNIDA telah mendapat hibah riset dikti hingga tingkat madya dan harapan kedepannya mampu melakukan lebih baik kembali. Sejumlah 45 proposal resmi didanai dikti hingga mengumpulkan total dana sebesar Rp 2 mil dan turut menghasilkan beberapa output dalam bentuk jurnal internasional dan nasional. Sejumlah 33 jurnal telah dipublikasi dalam taraf internasional, 1462 dalam jurnal ber-ISSN, 105 jurnal sinta, dan 450 jurnal Haki. Sejauh ini, UNIDA telah merealisasikan apa yang dicanangkan kemendikbud tentang kampus merdeka yang menyeimbangkan antara IPK dan IPK-S (AKPAM). Dalam bermitra, (Mou) UNIDA telah bekerjasama dengan total 80 intansi di Eropa, 20 di Amerika, 20 di Asia, serta 28 di Afrika.

Peraih Skripsi Terbaik

Wisudawan-wisudawati tahun ini berjumlah  92 orang dengan sumbangsih terbesar ialah program studi Ekonomi Islam dan tersedikit AFI (Aqidah Filsafat Islam) serta Perbandingan Madzhab (PM). Sesi selanjutnya ialah pembacaan nominasi skripsi terbaik yang telah diteliti oleh para dosen ahli. Mereka adalah ; terbaik ke-3 Laily Mega (Farmasi), terbaik kedua Janita Nanda (IQT), dan terbaik pertama Moh. Athoul Ghufron. Nominasi wisudawan-wisudawati teladan diraih oleh Salma Ferena(MB), Janita Nanda (IQT), dan Nurul Ilmi Sani (IQT). Sedangkan wisudawan tercepat tuntas dalam kurun waktu 3 tahun 5 bulan 10 hari oleh Akbar Assikin (PBA).

Wisudawan teladan peraih IPK dan IPKS tertinggi

Acara kelulusan ke-34 yang telah lampau tentu memberikan pelajaran bagi yang sadar bahwa dalam titik keterbatasan seseorang akan menemukan spontanitas namun dalam kehati-hatian seseorang akan berfikir lebih matang akan sebuah realitas. Dalam hal ini, segala hal baik perlu dipersiapkan jika kita pun menginginkan akhir yang baik dari sebuah pekerjaan karena keberhasilan tidak tercipta dengan instan. Sebagaimana ungkapan ‘نغرس نحن ليأكل من بعدنا’ yang relevan dengan agenda besar tersebut bahwa setiap dari kita hendaknya mengusahakan yang terbaik untuk investasi masa depan. Terlepas mendapat nominasi atau tidak tentu semuanya telah mengusahakan yang terbaik, sebab jika semua sudah diorientasikan lillah maka kita tidak akan pernah mengenal kata kecewa dan tak berguna. Kelulusan juga menjadi amanat bagi segenap wisudawan-wisudawati yang akan terjun ke masyarakat untuk tetap menjaga nilai dan ajaran sunah pondok modern karena dimanapun kita berada kita adalah pejuang umat. (Intan Fasya)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang

Berita Terbaru