Himmah yang Membawa Keberhasilan Wisuda 3 1/2 Tahun

Sejak menjadi mahasiswa baru, saya sudah berniat ingin lulus 3 1/2 tahun dalam studi sarjana.  Saya yakin impian itu akan menjadi kenyataan suatu saat nanti. Berbagai kesibukan di kampus bukan menjadi penghalang bagi saya untuk mengejar impian untuk lulus 3 1/2 tahun. Apalagi   ketika sudah menjadi mahasiswa lama, banyak tugas-tugas yang saya pikul, seperti diamanahi prodi sebagai Ketua HMP,  Kepanitiaan PUSDIKLAT yang begitu padat dan amanat yang lainnya. Di Semester 5-6 adalah puncak kesibukan saya menjadi mahasiswa, tugas dari departemen DEMA serta menjadi senior di Bagian Rumah jurnal membuat saya jarang memikirkan judul skripsi sehingga membuat perasaan  sering tidak tenang. Karena nantinya mau tidak mau saya harus melaluinya,  namun Alhamdulillah dengan tekad yang kuat dan diringi dengan manajemen waktu yang tepat akhirnya saya bisa melalui semuanya. Sehingga dapat mengumpulkan judul skripsi dengan tepat waktu.

Kontribusi dalam Ragam Kegiatan adalah Wasilah untuk 3 1/2 Tahun

Dokumentasi Sidang Skripsi Fajar Nur Syah Alam, S.Pd

Seberapa ke insyafaanmu, sebesar itupula keberuntunganmu (Demikianlah pepatah dari para pendiri pondok) . 

تحرّك   فإنّ في الحركة  بركة

Sejak menjadi mahasiswa baru  saya sudah berniat untuk wisuda 3 1/2 tahun meskipun banyak kesibukan menghampiri saya.  Di semester 3-5 saya di sibukan dengan kegiatan Himpunan Mahasiswa Prodi yang begitu padat, seperti mengadakan workshop pelatihan power point untuk semester 2, pelatihan penulisan karya ilmiah untuk semester 4, senam Prodi setiap bulan, rapat mingguan Himpunan, ditambah dauroh bahasa Arab oleh PUSDIKLAT serta kegiatan bersama Himpunan Mahasiswa Prodi kampus lain.  Kemudian setelah turun dari kepengurusan Himpunan, saya di panggil oleh Ust Muttaqin (Dosen SAA) menjadi Staf Bagian Rumah jurnal membersamai beliau untuk belajar sekaligus diamanati di bagian ini. Selepas beberapa Minggu kemudian saya terpilih menjadi pengurus DEMA di Bagian Departement Riset dan Diskusi untuk memperjuangkan Kabinet Bersama 2020-2021. Inilah puncak kesibukan saya selama manjadi Mahasiswa S1. Setelah saya merasakan betapa beratnya amanah yang saya pikul, saya sempat berfikir untuk tidak mungkin wisuda 3 1/2 karena disaat itu juga judul saya  masih belum di ACC oleh Prodi dan masih perlu ada perbaikan. Tetapi saya yakin keberkahan bergerak di pondok itu mendatangkan kemudahan. Syukur alhamdulillah saya hanya revisi satu kali,  Judul saya langsung diterima oleh Prodi, Walau pada akhirnya selepas Seminar Proposal saya harus ganti kembali judul karena kurang mengerucut.  Tetapi itu semua bukanlah penentu gagal lulus 3 1/2 Tahun.

Di awal Semester 7, saya belum lepas dari berbagai amanat kampus. Ditambah menjadi Panitia K.A serta menjadi Ketua Panitia Kofrensi Nasional Peradaban Islam. Membuat saya harus bisa membagi waktu saya. Serta tugas Kuliah dan deadline Pengumpulan Proposal Skripsi membuat tenaga saya terkuras sehingga terkadang saya lebih turun ke Kepanitiaan ketimbang menyelesaikan Proposal Skripsi. Namun berkat dorongan dan motivasi kuat dari Dosen Pembimbing Akademik membuat saya semangat kembali, sehingga saya mampu menyelesaikan proposal skripsi dengan tepat waktu. Itu semua saya rasakan karena keberkahan dalam mengabdi kepada kampus. Dan Apabila segala sesuatu kalau di niat kan Ibadah dan juga diringi dengan Doa dari orangtua serta Dosen kita Insha Allah semuanya akan mudah.

Tekad dasar yang kuat, serta Pantang mundur sebelum impian diraih adalah salah satu kunci kesuksesan

Hari demi hari sudah berlalu. Sidang Proposal Skripsi sudah dimulai sejak dua minggu yang lalu.  Sementara saya masih mengurusi kepanitiaan Kuthbatul Arsy. memang tugas saya agak sedikit banyak, yaitu penanggungjawab absen disiplin untuk mahasiswa selama persiapan KA hingga Babak kuliah umum. Ditambah agenda besar DEMA terakhir yaitu Konfrensi Nasional Peradaban Islam. Disamping itu saya harus menyelesaikan Proposal saya yang masih kurang. Akhirnya setiap harinya, mau tidak mau saya harus curi-curi waktu untuk menyelesaikan proposal saya. Pernah ketika itu selepas menggarap revisian proposal acara konfrensi, saya lanjut untuk menulis proposal saya meskipun jam sudah menunjukan angka 23.45 WIB. Dan saya baru selesai pukul 1.30 WIB. Karena bagi saya apapun kesibukannya bukanlah penghalang untuk tidak menulis proposal skripsi.  Alhamdulillah dengan tekad yang kuat akhirnya saya dapat melaksanakan SPS setalah klaster kedua.

”  Karena dengn tekad yang kuat mampu mematahkan semua halangan yang ada di depan kita “.

 Keberkahan dalam Bergerak di Kampus Memunculkan Banyak Kemudahan

Menjadi Panitia KA untuk kedua kalinya serta masih menjadi Staf Rumah Jurnal  adalah sebuah tantangan yang hrus dihadapi dengan jiwa kesatria. Tidak mudah bagi mahasiswa Semester 8 yang seharusnya purna/pensiun dari DEMA, Staf kampus, serta kepanitiaa yang lainnya, masih mengemban salah satu amang tersebut. Disamping itu adanya penulisan skripsi yang harus segera diselesaikan tepat waktu. Dan Alhamdulillah tidak disangka-sangka saya terpilih menjadi sidang perdana meskipun belum siap 100%. Inilah keberkahan yang saya rasakan, kesibukan apapun itu selagi ada nilai ibadah nya, maka akan mendatangkan kemudahan.

Kiat kiat untuk menyelesaikan skripsi dengan cepat

1. Harus mempunyai tekad yang kuat

2. Mintalah do’a kepada orang tua kita, guru kita, dan teman kita

3.harus berhati baja (artinya pantang mundur sebelum target tercapai)

4. Bermu’amalah yang baik dengan dosen pembimbing kita

5. Jangan jadi alasan kesibukan kita dikampus menjadi penghambat studi kita.

Tidak lupa saya ucapkan terimakasih kepada dosen pembimbing saya al-Ustadz Luthfi Muhyiddin, M.A dan seluruh Asatidz dan Ustadzaat PBA yang saya cintai dan muliakan. Semoga Allah menjaga guru-guru kita di manapun mereka berada.

(Au: Fajar Nur Syah Alam, S.Pd, Ed: Intan Fasya Zahara, S.Pd, Rev: Muhammad Wahyudi, M.Pd)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru