Inilah Nasehat untuk Penuntut Ilmu

Ahad (29/5/2022), Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab semester 1-7 kembali melaksanakan agenda pekanan yaitu halaqoh bersama kaprodi PBA Al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd. Agenda diawali dengan melaksanakan Shalat Maghrib berjama’ah kemudian penyampaian pesan nasehat dari kaprodi bahwasannya kegiatan semacam ini dirasa sangat penting karena dapat menjadi wasilah untuk menyambung silaturahmi antar mahasiswi serta para dosen meskipun tidak mengajar di kelas. Beliau juga menyampaikan bahwasannya dengan mengadakan halaqoh keilmuan ini diharapkan kedepannya dapat mencetak Murobbiyat atau pendidik yang menguasai ilmu bahasa Arab dan ilmu pengetahuan lainnya. Seiring dengan pesan Alm. Dr. KH. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A.,: Jadilah manusia yang kaya iman, kaya ilmu, kaya jasa dan kaya harta, satu laksana seribu bahkan sejuta. Menjadi seorang murabbiyat adalah impian setiap muslimah.

Nasihat untuk Penuntut Ilmu

Terdapat 2 hadist yang berhubungan dengan penuntut ilmu sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah SAW:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من طلب العلم ليماري به السفهاء أو يكاثر به العلماء أو يصرف به وجوه الناس إليه أدخله الله النار (أخرجه الترمذي)
وعنه صلى الله عليه وسلم : من تعلم علما لغير الله أو أراد به غير وجه الله، فليتبوأ مقعده من النار (رواه الترمذي)

Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menuntut ilmu untuk mendebat orang-orang bodoh atau memalingkan wajah-wajah manusia kepadanya, maka dia akan Allah masukan ke dalam neraka.” (HR. Tirmidzi)

Dan darinya (Rasulullah) SAW : “Barang siapa belajar ilmu karena selain Allah atau menghendaki dengan ilmu itu selain Allah, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.” (HR. Tirmidzi)

Adapun hikmah dibalik hadist tersebut yaitu jadilah seperti tanaman padi, semakin berisi semakin merunduklah ia. Perbaikilah niat sebelum menuntut ilmu. Menuntut ilmu atau berlajar bukan untuk agar dilihat manusia, dipuji, bahkan untuk mendebati orang yang tidak berilmu. Namun, menuntut ilmu itu agar menjadikan adil terhadap diri sendiri, dan bermanfaat bagi orang-orang disekitarnya.

Maka, jadilah pelita di tengah masyarakat atau dimanapun kamu berada, walau hanya setitik cahaya insyaAllah akan menjadi penerang dan petunjuk.

!لا تكن ابن البيئة! كن ابن الصبغة

Adapun hadist yang kedua adalah: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Barangsiapa yang mempelajari suatu ilmu (belajar agama) yang seharusnya diharap adalah wajah Allah, tetapi ia mempelajarinya hanyalah untuk mencari harta benda dunia, maka dia tidak akan mendapatkan wangi surga di hari kiamat.” (HR. Abu Daud no. 3664, Ibnu Majah no. 252 dan Ahmad 2: 338. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Artinya: Barang siapa yang belajar untuk kebutuhan duniawi, maka dia tidak akan mencium bau surga.

Sholat sebagai Tiang Agama

Selain nasihat perihal menuntut ilmu, beliau juga menyampaikan nasihat perihal sholat. “Jagalah sholat, karena sholat adalah tiang agama dan merupakan amalan pertama yang akan dihisab.”

الصلاة عماد الدين، فمن أقامها فقد أقام الدين ومن تركها فقد هدم الدين

Artinya: Sholat adalah tiang agama. Bagi siapa yang telah mendirikan sholat, maka dia telah mendirikan agama, namun bagi siapa saja yang meninggalkan sholat berarti dia telah menghancurkan agama.

Beliau juga berkata,”Sholat itu ibarat gelas, jika gelas tersebut berlubang, maka tidak dapat menampung air.” Begitu pula sholat, jika sholat masih belum sempurna maka amalan lainnya akan sia-sia.

Berlanjut dengan kegiatan esok harinya yaitu Qiyamullail sebagai kegiatan rutinitas pada hari Senin setiap dua pekannya. Program prodi untuk mengadakan Karantina Tahfidz setiap dwipekan selama tidak mengganggu program universitas yang telah ada. Mahasiswi dibekali tidak hanya dengan ilmu pendidikan semata, akan tetapi mahasiswi juga sangat membutuhkan hafalan al-Qur’an. Setelah shalat subuh berjama’ah diadakan kegiatan halaqoh tahfidz yang sudah dibagi perkelompok. Masing-masing mahasiswi menghafalkan surah sesuai dengan target hafalan. Dalam waktu yang penuh keberkahan masing-masing kelompok diberikan kebebasan untuk memilih menghafalkan surah yang sudah ditentukan atau fokus dengan tahsin, perbaikan bacaan al-Qur’an. Dengan harapan Al-Qur’an menjadi peta kehidupan bagi setiap manusia.

Mahasiswi PBA UNIDA Putri Mantingan

Harapan dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman akan pentingnya menghafal al-Qur’an sehingga menciptakan generasi islami yang dekat dengan al-Qur’an sehingga nantinya bermanfaat baik diri sendiri maupun orang lain.

Jaga hati, jaga niat lillahi ta’ala

Muhammad Wahyudi, M.Pd

(Aut: Yulia Dwi Cahya A & Nur Fera Khalifah/ PBA 7)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru