Kajian Bertemakan “Real Collegian And Great Ustadzah” Tingkatkan Semangat Belajar dan Mengabdi Mahasiswi UNIDA

Kemarin, 21 agustus 2020 telah diadakan kajian pertama kali oleh Dewan Mahasiswa kampus Putri. Dengan pembicara Al-Ustadz Fuad Muhammad Zein, M.A. yang bertemakan “Real Collegian And Great Ustadzah”. Beliau berkata, ada 3 peran yang kita jalankan sebagai guru dan sekaligus mahasiswi UNIDA Gontor yaitu; mengajar, kuliah, dan membantu pondok. Dan ketika itu beliau bertanya, “Kenapa kuliah menjadi nomor dua dan bukan membantu pondok dulu karena jika kuliah yang terakhir tidak ada yang berminat untuk kuliah, padahal seharusnya kita harus bisa me-manage waktu kita untuk 100 persen dalam peran kita, baik dalam mengajar, kuliah dan membantu pondok. Apalagi kita sebagai wanita yang akan menjadi ibu dimasa depan.

الأم مدرسة الأولى إذا عددتها عددت شعبا طيب الأعراق

Ibu yang menjadi sekolah pertama bagi anak- anaknya, yang menjadi tauladan bagi generasi selanjutnya, maka ada pepatah yang mengatakan buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

إذا صلحت الأم فصلحت الأمة و إذا فسدت الأو فسدت الأم

And if we teach a man we just teach one person but if we teach a women we teach a nation

Jika kita mengajar 1 orang anak laki-laki, kita hanya mengajar 1 orang saja tapi jika kita mengajar anak perempuan berarti kita telah mengajar untuk bangsa untuk generasi selanjutnya. Maka dari itu jadilah wanita yang multi-talent atau bahasa di pondok kita sitti-l-kull, bisa dalam banyak hal. Apapun pengalaman kita di pondok akan sangat berharga ketika kita sudah keluar menjadi alumni, karena memang apa yang kita lihat, dengar dan kita rasakan adalah pendidikan. Pendidikan itu adalah pengajaran, pembentukan, pembiasaan, pengarahan, pengawalan, pelatihan, penugasan dan diikuti dengan uswatun hasanah. Inilah nasihat Kyai kita, K.H Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A. Menjadi mahasiswi guru itu, ada banyak benefits yang kita dapatkan diantaranya adalah:

  • Biaya kuliah
  • Fasilitas kuliah
  • Pengalaman soft and hards skills
  • Management diri
  • Dinamika kehidupan yang lebih kompleks, tapi disisi lain ada weakness yang seharusnya bisa kita lawan
  • Terlalu terbawa wibawa
  • Sok sibuk
  • Kuliah gak lebih penting dari mengajar
  • Malas
  • Terlena dengan fasilitas

Ustadz Nurhadi pernah berkata, ”Kalian diberi waktu 24 jam. Berapa jam yang kalian pakai untuk tidur dan berapa jam sisanya kalian pakai untuk belajar dan mengembangkan diri?”

Terkadang kita terlalu asyik memotivasi orang lain untuk tetap semangat dalam belajar tapi kita sendiri lupa bahwasanya kita juga butuh belajar untuk mengembangkan diri, karena kita juga kader umat, pendidik masa depan.  Sebenarnya motivasi terbesar adalah dari diri sendiri yang menentukan maju atau mundur, bergerak atau diam, ke kanan atau kiri. “Anda lebih berpotensi untuk unggul, namun keputusan Anda yang memutuskan untuk menjadi yang terdepan. So all of depands on you, jadi semuanya tergantung Anda. Gunakanlah kesempatan akses dan pengalaman yang kamu dapatkan untuk menambah pengalaman hidup demi bekal masa depan. Success is choice and desire to determine steps, because life is about process to increase of our succes not to get the success,” tambah beliau.

Menilik kembali pesan Kyai kami, K.H Hasan Abdullah Sahal, “Dan  jikalau kamu merasa jengkel dengan anak didikmu, ingatlah bahwasanya salah satu tangan diantara merekalah yang akan menarik tanganmu ke syurga. Tidak ada kesuksesan tanpa kedisiplinan dan tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan.”

Pesan tersebut senada juga dengan apa yang pernah disampaikan oleh K.H Ahmad Soeharto, M.Pd.I, “Perbanyaklah membaca dan menulis karena dengan membaca kita mengenal dunia dan dengan menulis kita akan dikenal dunia. Maka gunakanlah waktumu sebaik mungkin. Karena seseorang itu dilihat dari waktu luangnya atau waktu kosongnya. You’re the chosen people. Karena tidak semuanya bisa menduduki tempatmu dan karena pengalaman yang kamu dapatkan disini sukar dicari, susah didapat dan mahal harganya. Sal Dhomir.

Petuah-petuah tersebut membuat kita bertanya kepada diri sendiri :
Bagaimana pengabdianmu? Bagaimana pondokmu? Bagaimana mengajarmu? Bagaimana anak didikmu? Bagaimana kuliahmu?
Ke Gontor, apa yang kau cari? Di Gontor apa yang kau lakukan dan dapatkan? Dan dari Gontor, apa yang kau beri?

تحرك فإنّ في الحركة بركة

Bergeraklah, karena sesungguhnya dalam pergerakan itu ada keberkahan. Jika kita mau bergerak dan mulai melangkah, maka sesulit apapun jalannya, pasti akan ada kemudahan hingga suatu saat akan sampai pada tujuan kita. Bukan karena diri kita yang mampu, namun karena Allah yang menguatkan kita dan memberikan keberkahannya hingga kita mampu. Wa Allahu Musta’an.


Oleh: Ayu Aprila, Mahasiswi PBA Semester 5
Reviewer : Muhammad Wahyudi, M.Pd & Aufa Alfian Mustofa, M.A.
Editor : Riza Nurlaila, M.Pd

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru