Karakteristik Guru Ideal

Gontor Putri – 06 Februari 2021. Fakultas Tarbiyah Prodi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab Semester 6 Kampus 1 Mantingan telah mengadakan pengarahan PPL. Dengan tema “Karakteristik Guru Ideal” yang diisi oleh al-Ustadz Zulfahmi Syukri Zarkasyi, M.Pd, beliau memulai pengarahan ini dengan khidmat dan semangat.

Kegiatan PPL ini diawali dengan pembukaan dan pengarahan, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas, kegiatan ekstrakulikuler, evaluasi, dan laporan. Dan inti dari Praktik Pengayaan Lapangan (PPL) ini tentunya adalah praktik belajar mengajar di kelas, dengan objek utamanya adalahn mahasiswi Fakultas Tarbiyah. Dalam kesempatan pengarahan ini ustadz Zulfahmi mengatakan, kuadratnya seorang wanita adalah menjadi seorang pendidik.

الأم مدرسة الأولى إذا أعددتها أعددت شعبا طيب الأعراق

“Setinggi-tingginya jabatan seorang wanita dia pasti akan menjadi seorang pendidik, apapun profesinya. Setelah kelas 6, lulus KMI kita berpikir menjadi guru itu hanya menyiapkan i’dad, mengajar dan ngantor. Tapi setelah tahun ke-2 dan selanjutnya kita menjadi faham, bahwa guru itu bukan hanya yang disebutkan tadi,” ujar belliau.

Guru dalam bahasa jawa adalah digugu dan ditiru, hakikat seorang guru itu apa yang kita beri kepada anak didik kita dan mereka bisa mengamalkannya, tapi jika mereka hanya memahami dan menghafalkannya tanpa mengamalkan sama saja percuma/abas. Sama seperti antum , jika antum pintar dalam segala mata pelajaran tapi tidkak bisa mengamalkannya. Dulu ada cerita kelas 6 di gontor, dia kelas 6 B, bisa dibilang mumtaz tapi ketika dia praktek mengajar didepan santri dia kaku tidak bisa lancar berbicara maka dari itu diperlukan adanya ruh. روح المدرس أهم من الطريقة

Kemudia beliau memberikan kunci, bagaimana cara mengajar yang baik:

  1. Kuasai Materi
  2. Fahami dan pelajari materi dengan baik
  3. Dan satu lagi yang terpenting adalah jika seorang murid bertanya jangan sampai kalian menjawab tidak tau maka kalian akan membuka aib kalian sendiri.

Beliau juga menjelaskan perbedaan antara mengajar dan mendidik. Jika mengajar hanya memberikan materi lain halnya dengan mendidik. Mendidik yang artinya membina, mengarahkan dan mengayomi. Contoh dari mengajar dan mendidik adalah mengajar kosa kata kemudian kita mendidik dengan buku, tugas, tanya jawab (metode) tapi jangan lupa bahwasanya setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda maka dari itu kita harus mempunyai strategi pembelajaran yang menarik agar anak didik kita tidak bosan dan cara mengajar kita tidak monoton.

الطريقة أهم من المادة

Guru itu bukan hanya mengajar di dalam kelas tetapi guru itu juga mendidik diluar kelas.

Beliau juga menambahkan bahwasanya dalam proses pengajaran dan pendidikan jangan lupa diadakan evaluasi untuk menjadi lebih baik. Kenapa disini kamisan diadakan terus menerus karena kamisan adalah kepondokmodernan dan evaluasi mengajar selama satu minggu penuh. Sebenarnya tujuan pengajaran didalam gontor adalah proses pendidikan. Kata – kata ini seirama dengan falsafah gontor “ apa yang kita lihat, dengar, dan rasakan adalah bagian dari pendidikan”.

Pesan ustadz Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A bahwasanya kalau kita hidup setengah – setengah maka kita akan mendapatkan setengah – setengah juga, makanya kita harus all out.  Begitupun, seorang guru bukan hanya mengajar, mendidik dan membimbing tetapi harus menjadi qudwah hasanah untuk anak didiknya.

 اصلح نفسك يصلح لك الناس

Menjadi seorang guru juga kita tidak boleh pilih kasih, kita harus menganggap semua murid cerdas. Seorang guru harus profesional, kalau antum mengajar diluar pilih kasih maka antum akan terkena kode etik karena menimbulkan kecemburuan sosial, kita harus adil. Dan menjadi seorang guru kita tidak boleh membawa masalah pribadi kedalam kelas atau proses pengajaran,Tambah beliau.

Beliau juga memberitahu hal-hal penting yang harus ada dalam proses pengajaran:

  1. Niat
  2. Strategi
  3. I’dad
  4. Evaluasi
  5. Dan yang terakhir, qudwah hasanah untuk anak didiknya.

Au. Ayu Aprilia/Ed.Riza N

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru