Keistimewaan Bahasa Arab

Bahasa Arab mempunyai keistimewaan, karena bahasa Arab menjadi bahasa Al-Qur’an. Dengan memahami bahasa Arab maka dapat mengerti sedikit banyaknya isi dan makna kitab suci Al-Qur’an yang merupakan pedoman kaum muslim.

Al-Qur’an merupakan pedoman hukum yang utama bagi orang Islam. Kitab suci yang diterima oleh Nabi Muhammad SAW dan disampaikan kepada umatnya. Al-Qur’an merupakan mukjizat agung yang dimiliki Nabi Muhammad dan diturunkan dengan menggunakan bahasa Arab. Sebagian orang menduga bahwa diturunkannya wahyu Ilahi ini ke dalam bahasa Arab, boleh jadi disebabkan turunnya kepada bangsa Arab di negeri Arab. Oleh karena itu Al-Qur’an berbahasa Arab. Namun, itu merupakan pemikiran yang salah.

Bahasa Arab dipilih sebagai bahasa Al-Qur’an, faktor utamanya karena ia memiliki kemampuan menampung makna dan pesan wahyu Ilahiyyah yang sangat luas dan kaya. Inilah yang tidak dimiliki bahasa lainnya di dunia. Hal ini bisa terlihat dari kekayaan kosakata yang dimilikinya. Keunikan lainnya, bahasa Arab memiliki mutaradif atau sinonim yang sangat kaya dan tidak ditemukan pada bahasa manapun di dunia. Para pakar bahasa Arab menyebutkan diperkirakan ada sekitar 25 juta kosakata dalam bahasa Arab.

Dengan kekayaan demikian luasnya, maka bahasa Arab mampu menampung dan menyerap esensi serta pesan yang dikandung dalam wahyu Ilahi yang diturunkan kepada seluruh generasi manusia melampaui ruang, dimensi waktu, dan rentang jarak antar geografis serta akan tetap relevan sepanjang masa. Sistem tata bahasa Arab yang dikenal dengan ilmunahwu (sintaksis) dan sharaf (morfologi) merupakan tata bahasa yang paling kompherehensif dan detail dalam menyingkapkan setiap posisi kalimat ‘irab yang kesemuanya sangat menentukan makna kalimatnya.

Demikian keagungan-Nya, menjadikan bahasa Arab ini istimewa, menjadikannya layak dan patut terpilih sebagai bahasa yang mampu menampung wahyu ilahiyyah yang tak akan mengalami perubahan. Wal ‘ilmu indaAllah.

Referensi:

Hasyim Asy’ari, 2016, ”Keistimewaan Bahasa Arab Sebagai Bahasa Al-Qur’an”, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam (Nidhomul Haq) ISSN 2503-1481, Volume 1 (01) 21-28

 (Syafilla Destyana Azzahra Wijaya, Mahasiswi Prodi Farmasi /Ed. Riza N)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Seminar Terjemah

Contact us, for more informationRahmad Maulana Tazali or Zainal Abidin

Berita Terbaru

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang