Kemuliaan dan Kehormatan, Cermin Diri Wanita Shalehah

Halaqoh pekanan Fiqih Wanita PBA UNIDA Gontor Putri bersama Al- Ustadzah Riza Nurlaila, S.Pd., M.Pd.

وَرَاءَ كُلِّ رَجُلٍ عَظِيْمٍ مَرْأَةٌ صَالِحَةٌ. وَمَنْ وَرَاءَ المَرْأَةُ الصَّالِحَةُ؟

Dibalik pria hebat ada wanita baik. Lalu siapa dibalik wanita baik?

Terlontar sebuah pertanyaan untuk mengawali kajian. Ya, wanita adalah makhluk yang paling indah dan menarik pantas jika banyak orang yang senantiasa menyukai dan menyenanginya. Namun dunia ini terlalu luas jika hanya diri sendiri yang masuk syurga lantas tidak mengajak orang lain. Hal demikian harus menjadi tamparan bagi kita khususnya wanita untuk saling menegur dan mengingatkan sebagian dari kewajiban seorang muslimah. Wanita shalehah adalah sebaik-baiknya perhiasan dunia, bahkan wanita menempati posisi yang sangat terhormat, agama Islam mengajarkan umatnya untuk senantiasa bergaul dengan baik, namun tetap menjaga adab termasuk dalam menutupi auratnya. Di balik wanita baik inilah ada Allah yang selalu mengingatkan dalam ketaatan-Nya. Di balik wanita ada Allah, yang ridho-Nya selalu ia kejar, yang dengan selalu mengingat-Nya selalu membuat hati dan jiwa tenang.

Menjadi Wanita Berharga Di Mata Allah

Seorang wanita yang cerdas adalah ia yang memiliki Izzah (kemuliaan) dan Iffah (menahan diri) dalam dirinya. Sebagai contoh, seorang muslimah yang menjadikan malu sebagai pakaian mereka dengan menutup aurat secara sempurna dan menjaga dirinya dari sesuatu yang dapat merusak kehormatannya dengan lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, berarti ia telah berproses untuk merealisasikan konsep izzah dan iffah dalam dirinya.

Hadirkan rasa malu di hatimu ketika hendak berbuat keburukan. Karena rasa malu adalah sebagian dari iman

[Au: Nur Fera Khalifah & Ana Sabila Rizqi (PBA 5)/Rev: Riza N]

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru