Meraih Kemuliaan Hidup Bersama Al-Qur’an

Munculnya krisis kehidupan berawal ketika Al-Qur’an banyak ditinggalkan oleh manusia. Generasi muda Islam saat ini mulai jauh bahkan asing dari Al-Qur’an. Al-Qur’an yang seharusnya dijadikan sebagai pedoman hidup, petunjuk kehidupan bagi manusia bahkan pengarah langkah sebagai pijakan setiap amal, justru baru diambil ketika terjatuh dan tidak ada jalan keluar. Muncul fenomena akan rendahnya kesadaran dalam menjadikan Al-Qur’an menjadi pedoman hidup, dengan permisalan nyata Al-Qur’an yang mulai dilupakan oleh generasi muda Islam. Mereka menganggap belajar Al-Qur’an kini tidak wajib, dan mengatakan sebagai suatu hal yang sia-sia. Dari permasalahan ini seharusnya kita mengingat kembali pesan Umar bin Khathab, ”Barang siapa menjadikan Al-Qur’an didepannya maka akan membawanya ke surga. Barang siapa membelakangi Al-Qur’an maka akan mendorongnya ke neraka”.

Kitab suci Al-Qur’an yang memiliki kemuliaan yang berisi himpunan kalam Allah, suatu mu’jizat yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui perantara malaikat jibril, ditulis dalam mushaf yang kemurniannya senantiasa terpelihara, merupakan sumber ilmu pengetahuan, dan membacanya merupakan amal ibadah. Al-Qur’an juga merupakan pedoman hidup bagi manusia di dunia dan akhirat. Beberapa alasan yang menjadi dasar utama, mengapa kita harus hidup bersama Al-Qur’an diantaranya:

1. Al-Qur’an Sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan

Al-Qur’an memuat segala aturan kehidupan kita, yang menjadi jawaban atas segala masalah. Segala pertanyaan dari suatu masalah telah ada jawabannya kemudian dikaji dari sumber Al-Qur’an. Sesungguhnya segala ilmu pengetahuan telah ada dalam Al-Qur’an walaupun tidak semuanya manusia dapat memahami kandungannya.

2. Al-Qur’an Sebagai Petunjuk Kehidupan

Al-Qur’an sebagai petunjuk kehidupan yang terjamin keasliannya. Satu-satunya mukjizat nabi yang tetap kekal hingga saat ini. Al-Qur’an dapat memberikan petunjuk dalam persoalan mengenai aqidah, ibadah, hukum, syari’ah, dan akhlak. Al-Quran juga merupakan mukjizat yang sangat berharga bagi umat Islam hingga akhir zaman, yang menjadi sumber asasi bagi seluruh dimensi keislaman. Digali darinya dasar-dasar hukum Islam beserta cabang-cabang dan penjabarannya sebagaimana firman Allah, “Dan kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” (An-Nahl : 89)

3. Isi Al-Qur’an Sebagai Bahan Renungan/Tadabbur

Kelebihan Al-Qur’an yang mudah dihafal, dipahami, dan diamalkan. Allah sendiri telah memerintahkan kepada manusia seluruhnya agar kita memperhatikan, mengkaji dan meneliti Al-Qur’an “Tidakkah mereka memperhatikan isi Al-Qur’an, ataukah hati mereka tertutup.” (Muhammad: 24).

4. Al-Qur’an Sebagai Undang-undang Kehidupan

Al-Qur’an ialah undang-undang kehidupan yang paling baik untuk manusia dan seluruh alam. Karena Al-Qur’an sendiri telah diyakini dan diketahui, sebagai wahyu, dan menjadi sumber ajaran dan pedoman hidup yang meliputi segala segi kehidupan. Di dalamnya terdapat keterangan yang baik yang tersirat maupun tersurat yang menetapkan ketentuan-ketentuan yang dapat diaplikasikan pada sendi sendi kehidupan.

Dari keterangan di atas menjelaskan kepada kita bahwa Al-Qur’an berfungsi untuk memberikan petunjuk, rahmat dan tentunya memberikan kabar gembira bagi manusia yang mampu menjadikan Al-Qur’an sebagai solusi dari suatu permasalahan. Generasi muda yang mampu merealisasikan Al-Qur’an di dalam kehidupan akan merasa memiliki tujuan untuk hidup, akan terasa tenang memiliki kehidupan yang lebih bermakna.

Al-Qur’an bertujuan untuk membimbing manusia di dalamnya termasuk kepada generasi muda, untuk selalu berada dijalan-Nya, dan tidak terjebak dalam kesesatan. Karena generasi muda adalah kekuatan sekaligus kebanggaan umat Islam. Solusi untuk menyelamatkan generasi muda Islam saat ini setidaknya ada pengaruh Al-Quran yang membekas kepada generasi muda Islam setelah mempelajarinya.

Referensi

Hermanto. (30 Desember 2020). Meraih Kemuliaan Hidup Bersama Al-Qur’an.
Iryani, E. (2017). Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan. Jurnal Ilmiah Universitas Jambi Vol 17 No 3, 8.
Al-Qur’an Surah An-Nahl 89. (n.d.).
Luthfi. (2003). membumikan Al-Qur’an Peluang dan Tantangan. Jurnal Al-Qolam Vol 20 no 98, 22.

(Nur Fera Khalifah /Mahasiswi PBA 4)


Baca juga artikel menarik lainnya:

Menemukan Keindahan Amtsal Al-Qur’an dalam Surat Yunus ayat 24

Ilmu Aqidah Akhlak Tokoh Utama Penegakkan Hukum

Mengenal VCO (Virgin Coconut Oil) Lebih Dalam

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Seminar Terjemah

Contact us, for more informationRahmad Maulana Tazali or Zainal Abidin

Berita Terbaru

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang