Kesyukuran Mahasiswi Unida Gontor Putri Mantingan Ketika Usai UAS

Kamis 14 Oktober 2021, Alhamdulillah Universitas Darussalam Gontor telah melewati UAS yang dimulai sejak hari sabtu hingga berakhir pada hari kamis. Dengan rekapitulasi  yang mengikuti ujian berjumlah 1.681 mahasiswi. Dan telah dilaksanakan ujian dengan jumlah 371 materi. Yang terdiri dari 139 materi berupa bentuk soal ujian tulis, 121 materi berupa tugas, 28 materi bentuk ujian lisan dan 22 ujian yang sudah dilaksanakan secara mandiri.

Fakultas Teladan

Dalam sambutannya Al-Ustadz Ahmad Setiyono, M.M. sebagai perwakilan panitia ujian mengumumkan fakultas terteladan tingkatan paling atas ialah fakultas Syari’ah disusul dengan fakultas Tarbiyah dan diakhiri dengan fakultas Usuluddin.

Hakikat Ujian

Dalam kesempatan yang bahagia ini, Al-Ustadz Nur Hadi Ihsan MIRKH, memberikan taujihad atas kesyukuran yang luar biasa bagi mahasiswi dan mahasiswa UNIDA Gontor telah melaksanakan UAS ini dengan lancar. Dalam taujihadnya berisi beberapa nilai yang layaknya kita terapkan atau amalkan dalam kehidupan, diantara taujihadnya ialah:

Ujian itu perlu keberanian. Orang yang berani di uji itu berani bertanggung jawab, berani berlaku jujur dan berani bersungguh-sungguh. Ujian di UNIDA Gontor tidak hanya di uji dari segi intelek akademiknya saja, akan tetapi di uji dari segala aspek. Sehingga di dalamnya terdapat kategori teladan umum, nomerator tersemangat hingga penghargaan teladan kepada panitia umum.

Wahyu firman Allah bersumber dari Allah. Maka diantara fenomena alam berasal dari Allah. Apabila pengetahuan dikaji dengan benar maka tidak akan bertentangan dengan wahyu Allah. Arah Gontor step-by step, dari bangunan yang kokoh berhasil menyusun syariah yang terus berkembang hingga menghadirkan universitas yang di dalamnya dikembangkan berbagai kajian mengenai Teknologi Informatika, Agro, Gizi dan ilmu pengetahuan lainnya.

Unida mengajarkan kepada kita tentang kelengkapan sebagaimana yang diutarakan Bapak Bj. Habibie “Tidak ada yang saya butuhkan dari semua kebahagiaan yang mengampiriku kecuali aku lebih memilih ilmu Agama karena dengan itu adalah jalan saya mengakhiri sebagai hamba Allah yang khusnul khotimah”. Dalam uraian tersebut bapak Bj Habibie bukan maksud tidak membuthkan lagi ilmu pengetahuan tapi antara ilmu pengetahuan dan ilmu Agama harus ada kelengkapan antara keduanya.

Ujian untuk Belajar

Hakikat ilmu tidak bisa dicari, dituntut dan tidak bisa diperoleh kecuali karena Allah.

طلبت العلم لغير الله

فأبى ان يكون إلاّ لله

Ujian itu bagi kita bagikan media untuk belajar. Belajar untuk menuntut ilmu. Ilmu untuk ibadah kepada Allah dan tazkiyatun nufus. Mengenai IPK adalah simbolisasi Universitas Darussalam Gontor untuk melihat sejauh mana keberhasilan kita dalam bidang akademik.

Kemudian dilanjutkan dengan sedikit tambahan pesan dari Al-Ustadz Fairuz Subakir Ahmad, M.A.

Tidak ada kenikmatan setinggi syukur. Nikmat itu merupakan penyakit dan obatnya ialah bersyukur. Kecantikan, kecerdasan dan kekayaan itu adalah ujian. Terkadang kita lupa untuk bersyukur. Ilmu dimana saja itu sama yang berbeda itu mujahadahmu adalah segalanya. Sambil kuliah tetap belajar segalanya.

(Nur Fera Khalifah, PBA 5)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru