Kiat-Kiat Belajar di Negeri Piramida ala Ustadz Khoirul Fata, Lc. M.Pd

UNIDA Gontor – Pada tanggal 31 agustus 2020, Prodi Pendidikan Bahasa Arab kembali mengadakan webinar yang bertema ‘Kiat-Kiat Belajar Di Negeri Piramida’. Webinar ini diadakan untuk mengisi kegiatan mahasiswa PBA di masa pandemi ini, agar mahasiswa tetap semangat dan termotivasi oleh setiap kegiatan di universitas. Webinar kali ini diisi oleh salah satu dosen Prodi PBA, Al-Ustadz Khoirul Fata, Lc, M.Pd, yang juga merupakan salah satu alumni negeri piramida tersebut. Dewi Alfi Saniyah, sebagai moderator dari mahasiswi PBA semester 3 memulai acara tersebut pada pukul 08.30 WIB di Gedung Pascasarjana Lantai 3.

Universitas Al-Azhar Kairo Mesir merupakan salah satu sintesa Pondok Modern Gontor yang memang memiliki banyak universitas yang sukses melahirkan tokoh-tokoh besar. Sebut saja, K.H Hasan Abdullah Sahal, salah satu pimpinan pondok kita tersebut adalah salah satu lulusan Al-Azhar dalam spesialisasi ilmu hadist. Begitu juga para alumni Pondok Modern Darussalam Gontor banyak sekali yang mengenyam pendidikan pada Universitas di Negeri Piramida ini dari jurusan dirasah Islamiyah hingga jurusan kedokteran.

Berdasarkan latar belakang itulah, webinar kali ini akhirnya mengambil tema tentang kiat-kiat belajar di Negeri Piramida. Webinar kedua yang diadakan oleh prodi PBA ini diadakan melalui via zoom, yang diikuti oleh 300 orang lebih, dengan peserta dari dalam dan dari luar universitas.

Ada Apa dengan  Al-Azhar?

Dalam webinar ini, Al-Ustadz Khoirul Fata membahas tentang salah satu universitas yang terkenal di Mesir, dimana beliau juga menamatkan pendidikan strata satunya disana, yaitu Universitas Al-Azhar. Beliau mengatakan, universitas tersebut memiliki banyak keistimewaan yang tidak dimiliki universitas lain. Diantaranya:

  • Salah satu Universitas tertua di dunia, didirikan sejak tahun 970-972 M.
  • Pusat pendidikan Islam Sunni, beraliran wasathiy, dengan tiga pilar, beraqidah asya’iroh dan maturidiyyah, berfiqih 4 madzab, dan bertasawuf akhlak.
  • Pusat literatur keislaman klasik dan kontemporer.
  • Persemaian kader ulama dan pemimpin Islam tingkat dunia.
  • Menggabungkan pola pendidikan modern (kampus/berijazah) dan tradisional (talaqqi/bersanad).
  • Mata kuliah dan majelis/halaqoh ilmiyah diampu oleh pakar yang diakui keilmuannya di dunia Islam dan Internasional.
  • Lingkungan kondusif untuk pengembangan wawasan, mental, spiritual.

Keistimewaan Universitas Al-Azhar

Selain itu, beliau juga menjelaskan beberapa keistimewaan yang akan didapat jika kita menuntut ilmu di salah satu universitas tertua tersebut, yaitu:

  • Dari sisi keilmuan, maka ia akan menggali langsung dari referensi induknya dengan bahasa asli penulisnya.
  • Dari sisi referensi, mudahnya akses mendapatkan banyak buku referensi dan jurnal yang belum tentu ada ni negeri kita.
  • Dari sisi pengembangan ilmu, peluang mengikuti seminar keilmuan, kajian talaqqi dan diskusi level dunia dengan tidak dipungut biaya.
  • Dari sisi rujukan ilmu, peluang untuk berguru atau bertanya langsung pada ilmuwan dunia Islam lebih terbuka.
  • Dari sisi kemampuan bahasa, peluang yang sangat besar untuk mengasah bahasa asing dunia (Arab, Inggris, dan Prancis).
  • Peluang interaksi secara internasional dengan berbagai bangsa.
  • Dari sisi budaya, peluang yang sangat besar untuk mengadopsi sisi positif budaya dan kebiasaan masyarakat setempat. Menemukan korelasi budaya asing dengan budaya tanah kelahiran.
  • Dari sisi jaringan (networking), peluang membina jaringan untuk masa depan. Mungkin sesame mahasiswa Indonesia, atau juga dengan mahasiswa dari Negara lainnya. Sesama mahasiswa Indonesia, karena di negeri orang biasanya menguatkan persaudaraan. Perasaan senasib sepenanggungan biasa berbuah jaringan yang kuat di masa depan.
  • Dari sisi finansial, peluang mendapatkan beasiswa tambahan dan sponsorship. Ringannya biaya hidup dan harga kebutuhan pokok.

Tak lupa beliau juga memberikan kiat kiat dan bagaimana prosedur untuk menempuh pendidikan di universitas tersebut. Diantaranya yakni :

  1. Warga Negara RI beragama Islam
  2. Melampirkan salinan ijazah MAN atau swasta yang mengikuti ujian Negara dengan ketentuan sebagai berikut:
    • Usia ijazah tidak lebih dari 2 (dua) tahun
    • Berijazah Pondok Pesantren yang mu’adalah (akreditasi) ijazahnya dengan tsanawiyah (SLTA) Al Azhar masih berlaku sampai sekarang
  3. Waktu, tempat dan pendaftaran materi ujian
    • Biasanya proses pendaftaran dan ujian seleksi diadakan oleh DEPAG (Departemen Agama) yang bekerja sama dengan UIN atau IAIN di Indonesia. Adapun waktunya sekitar bulan Juni-Juli. Dan bisa ditempuh dengan dua jalur; pertama melalui jalur beasiswa, kedua jalur non beasiswa.
  4. Mengenai materi ujian seleksi biasanya ada dua materi, yaitu ujian lisan dan tulis :
    • Ujian lisan (menggunakan bahasa Arab) meliputi: bahasa Arab (percakapan, terjemah, dan pemahaman teks) dan hafalan/bacaan Al Qur’an minimal 3 juz
    • Ujian tulis (menggunakan bahasa Arab) meliputi: Bahasa Arab (memahami teks, tata bahasa, dan insya’) dan pengetahuan agama Islam.
    • Sekitar bulan Juli akhir, biasanya turun pengumuman dari Depag, jika dinyatakan LULUS maka bisa melanjutkan ke proses selanjutnya. Untuk mengecek lulus atau tidaknya bisa dibuka di website depag http://.www.ditpertais.net/

Namun, tak hanya itu saja. Menempuh pendidikan di ranah para nabi tersebut tak akan lengkap dan sempurna jika kita tak menguasai bahasa Arab dengan baik. Karena itu beliau menyarankan agar kita juga mengkaji kitab turats, dan juga mempelajari bahasa Arab dengan sistem klasik karena itu referensi yang utama.

Begitulah beliau menjelaskan kiat kiat untuk belajar di negeri piramida tersebut. Selanjutnya, tergantung oleh kemauan kita sendiri. Jangan merasa cukup dengan apa yang telah kita peroleh saat ini.

Motivasi Belajar di Negeri Piramida

اطلب العلم ولو بالصين

Tuntutlah ilmu, walau ke negeri Cina.”

Rasulullah SAW sendiri telah menganjurkan kita untuk menuntut ilmu setinggi mungkin dan sejauh mungkin. Namun, jangan pernah lupa, menuntut ilmu tak hanya sekedar mencari. Kita juga memikul tanggung jawab dengan apa yang telah kita pelajari.

العلم بلا عمل كالشجر بلا ثمر

Ilmu tanpa pengamalan itu bagaikan pohon yang tak berbuah.

Carilah ilmu hingga setinggi dan sejauh mungkin, lantas amalkan dan ajarkanlah ilmu tersebut untuk kebaikan, dunia maupun akhirat. Begitulah akhir motivasi dari beliau, sang pejuang Negeri Piramida.


Penulis: Salsabila Eka (Mahasiswa Semester 3 Prodi PBA UNIDA Gontor)
Reviewer: Ifa Rodifah Nur, M.Pd (Dosen PBA UNIDA Gontor)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru