Mahasiswi PBA Lolos Ajang Bergengsi Pendanaan PKM DIKTI 2021

Program Kreativitas Mahasiswa, atau yang biasa disebut PKM merupakan hal yang cukup familiar di kalangan mahasiswa. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dari usaha Menteri Pendidikan dan Kebudayaan atau Mendikbud dalam meningkatkan serta mengembangkan inovasi dan kreativitas mahasiswa di Indonesia. Hal tersebut didasari oleh kesadaran bahwa seorang lulusan Perguruan Tinggi dituntut untuk memiliki academic knowledge, skill of thinking, management skill, dan communication skill. Kegiatan PKM tersebut dilaksanakan pertama kali pada tahun 2001, kegiatan PKM terus berkembang seiring dengan berkembangnya zaman. Berawal dari 5 jenis kegiatan yang ditawarkan, hingga bertambah menjadi 8 jenis kegiatan di tahun 2019 sampai dengan saat ini, terjadi pula alih kelola hingga pada akhirnya di tahun 2020 dikelola oleh Direktorat Belmawa di bawah Ditjen Dikti Kemdikbud.

Mengingat visi UNIDA Gontor yakni “Menjadi Universitas Bersistim Pesantren Yang Bermutu dan Berarti, Sebagai Pusat Pengembangan Ilmu Pengetahuan Kontemporer dan Pusat Kajian Bahasa Al-Qur’an”, tentunya sebagai salah satu wujud untuk merealisasikan visi Universitas, para mahasiswi memiliki caranya masing-masing guna melambungkan nama universitas. Salah seorang mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri Salsabila Eka Widyasari (PBA/5) merupakan salah satu mahasiswi yang terkualifikasi dalam kegiatan bergengsi PKM-DIKTI. Ia berkolaborasi dengan mahasiswi lintas prodi yang kemudian kelompok tersebut lolos dalam pendanaan PKM DIKTI.

Kelompok tersebut terdiri atas lima anggota yang berasal dari program studi berbeda-beda, beberapa diantaranya Alya Nur Tafrijiyyah, Tiara Safana, Nurul Gian, (IQT/5), dan Alfi Nur Rasyidah (PAI/5), serta Salsabila Eka sendiri selaku perwakilan prodi Pendidikan Bahasa Arab. Dalam PKM tersebut, lelompok ini memilih untuk mengikuti kegiatan PKM KC atau karsa cipta dimana karya yang dimiliki oleh peserta berupa hasil konstruksi karsa yang fungsional. Karya yang mereka ajukan adalah PaQusir atau Papan Literasi al-Qur’an dan Tafsir.

Minggu lalu kelompok ini telah mengikuti pelatihan presentasi yang disebut monev internal dimana dihadiri oleh dosen pembimbing dan para juri. Monev internal  dilangsungkan sebagai persiapan monev eksternal. Dalam perkumpulan tersebut, kelompok yang melakukan presentasi akan dievaluasi, serta diberi masukan terkait karya yang diajukan. Kelompok ini merupakan salah satu dari dua kelompok yang lolos dalam pendanaan PKM DIKTI yang berasal dari Universitas Darussalam Gontor Kampus Putri, dan tiga kelompok lainnya berasal dari kampus putra.

Mengutip wawancara bersama Salsabila Eka, optimis terkait karya yang diajukan karena mereka akan terus memperjuangkan karya ini meski mereka tidak tahu apa rintangan yang ada didepan mereka, mereka tetap akan berjuang dan melanjutkan karya ini. Menutup reportase ini, Salsabila mengingatkan, “Teruslah berkarya, karena semua orang memiliki kesempatannya masing-masing”.


(Au: Andi Hazra (PBA 5), Ed: Intan Fasya (PBA 7)/Rev: Riza N)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru