Memperluas Cakrawala pemikiran, PBA UNIDA Gontor melakukan Studi Pengayaan Lapangan di Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan

Lamongan– Hari pertama SPL, setelah mengunjungi pondok pesantren Darun Nuhat, rombongan mahasiwa program studi Pendidikan Bahasa Arab UNIDA GOntor melanjutkan kunjungannya ke Pondok Pesantren Sunan Drajat di Jln Raden Qosim, Banjaranyar Paciran Lamongan. Acara SPL ini dilaksanakan untuk meningkatkan cakrawala pemikiran dalam pembelajaran Bahasa Arab sehingga  para mahasiswa dapat mengambil ilmu dan mendengar langsung dari berbagai nara sumber ahli pembelajaran Bahasa Arab di berbagai tempat, karena tentunya disetiap tempat mempunyai keunikan dan kekhasan masing-masing, salah satunya adalah pembelajaran bahasa Arab yang ada di Ponpes Sunan Drajat. Hal ini pun dimaksudkan sebagai mengayaan materi akan perbandingan antara sistem pembelajaran bahasa Arab yang ada  di Univertas Darussalam Gontor dengan tempat / objek lembaga pendidikan yang dituju.

Kegiatan SPL di ponpes Sunan Drajat ini dilaksanakan pada hari selasa, 5 Maret 2019 yang dimulai pada pukul 13.40. ketika rombongan tiba, Ust. H. Ainur Rofiq kandidat doktor Unmer Malang sekaligus sebagai Ketua Pondok 1 bag Pendidikan dan pengajaran Ponpes sunan drajat bersama timnya sudah siap menyambut. Acara pertemuan silaturahmi antara dua lembagai ini dilaksakan di Hall Wisma Sunan drajat, tidak jauh dari masjid. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terimakasih yang sangat, karena Unida gontor yang telah terkenal dengan berbagai keunggulannya terutama pembelajaran bahasa Arabnya, mau berkunjung dan bersilaturahmi ke ponpes sunan drajat.

Tidak hanya itu, beliau juga membahas tentang keutamaan Silaturahimi yang merupakan salah satu kunci dalam memperbanyak Rizki dan menambah umur, hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW, Man Arada An Yubsatho lahu fi rizkihi wa an yunsya’a lakhu fi aasarihi, wal yashil rahima. Kemudian beliau melanjutkan bercerita sedikit tentang perjalanan Ponpes Sunan drajat, salah satunya;

Pondok Pesantren Sunan Drajat adalah salah satu pesantren yang memiliki historis yang amat sangat panjang yang tidak lepas dari nama yang disandangnya yaitu Sunan Drajat julukan dari Raden Qosim putra karena memang petilasan rumah beliau yang sekitar 600 tahun lalu masih ada sampai sekarang disebelah utara pondok ini”.

Beliau melanjutkan, “dulu Raden Qosim yang merupakan putra sunan Ampel berdakwah disini dengan berbagai macam cara, kemudian beliau pun juga pernah berdoa yang kata tersebut menjadi salah satu magnet banyak orang yang menjadi santri disini, dari santri, mahasantri, santri karyawan yang tidak digaji dan yang digaji. Doa tersebut adalah barang siapa yang datang kesini (derah sunan drajat ini),  semoga Allah menaikan derajatnya dan memberkahi hidupnya, nah karna doa tersebutlah beliau Raden Qosim digelari oleh masyarakat sebagai Sunan drajat.”.

Setelah selesai penyambutan dan ramah tamah, acara dilanjutkan dengan mengelilingi Ponpes Sunan drajat sampai pukul jam 17.00. Terakhir sebelum rombongan meninggalkan ponpes tersebut, Ust. Yoke Suryadarma meminta semua mahasiswa memasuki toko buku Ponpes Sunan drajat dan mewajibkan tiap mahasiswa membeli satu kita kuning yang harganya sangat murah antara Rp. 4.500 sampai Rp. 10.000. “Ini akan menjadi kenangan yang indah sekaligus bermanfaat untuk kalian”, pesan beliau ketika berbicara di depan mahasiswa PBA. (Y.Suryadarma).

Berita terkait:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang

Berita Terbaru