Mendunia dan Mengakhirat dengan Bahasa Arab

Bahasa Arab kini telah menjadi bahasa resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, merupakan bahasa Nasional lebih dari 25 negara di kawasan Timur Tengah, Lughat aL-dhat dan bahasa warisan sosial budaya (lughat at-turats). Bahasa Arab juga salah satu bahasa internasional yang diakui PBB dari 12 bahasa lain seperti Inggris, Mandarin, Jerman, Jepang, dan lain sebagainya. Bahasa Arab menempati urutan ke 5 dari 10 bahasa yang paling banyak digunakan di seluruh dunia dengan jumlah penutur kurang lebih 300 juta orang. Selain itu merupakan salah satu bahasa Semantik Tengah, yang termasuk ke dalam rumpun bahasa Semitik serta memiliki hubungan kekerabatan dengan bahasa Ibrani dan bahasa Neo Arami.

Bahasa Arab telah memberikan kontribusi besar terhadap penulisan angka romawi yang kurang realistis dan mempermudah hitungan. Maka dari itu angka-angka tersebut dinamakan “Arabic Numerals”. Hal tersebut membuktikan bahwa bahwa bahasa Arab merupakan bahasa yang sangat mendunia.

Sebagaimana Prof. Dr. Mudjia Raharjo, M.Si yang merupakan Rektor UIN Malik Ibrahim Malang 2 periode 2013-2017 pernah berbagi kisah bersama PBA Mantingan semester 8  ketika mentoring skripsi bahwasannya beliau bisa berkeliling ke berbagai benua dan banyak negara bermodalkan bahasa Arab, tanpa mengeluarkan uang sepeserpun.

Di kisah lain sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Zahro Anisatul Latifah PBA semester 2 ketika mewawancarai penerjemah pada event pondok pesantrennya dulu, penerjemah tersebut menceritakan bahwasannya beliau sering keliling ke berbagai negara timur tengah, mendapat mobil, mendampingi para pembesar negara, dan rejeki-rejeki lain itu bermodalkan profesinya sebagai penerjemah bahasa Arab.

Berdasarkan kenyataan tersebut menunjukkan kebenaran salah satu pepatah Jika bahasa ada pada lisan kita maka dunia ada di genggaman kita. Jadi kita yang menggengam dunia bukan kita yang ada pada gengaman dunia.

. Bahasa Arab sekaligus bahasa al-Qur’an adalah bahasa para ahli Syurga. Bagaimana mungkin kita tidak masuk Syurga sedangkan kita adalah ahlinya. Itulah kata-kata yang sering di ucapkan para ustadz dan ustadzah PBA. Jadi bahasa Arab bukan sekedar bahasanya orang Arab atau negara-negara kawasan Timur Tengah melainkan milik seluruh muslim dunia.

Pada sejarah perkembangan ilmu pengetahuan di dunia, bahasa Arab memegang peranan penting dan telah memberikan sumbangan besar. Ketika Barat di abad pertengahan masih diliputi oleh kegelapan, saat itulah ilmu pengetahuan dan fisafat Yunani telah tersimpan dalam bentuk terjemahan berbahasa Arab. Sehingga hampiir seluruh buku ilmu pengetahuan ternama saat itu berbentuk terjemahan bahasa Arab. Oleh karena itu bahasa Arab dalam dunia keilmuan dikenal sebagai bahasa ilmu pengetahuan. Bahasa Arab telah berperan penting sebagai penghubung antara Yunani kuno denga Eropa modern pada masa kebangkitan Renaissance dengan jalan menterjemahkan kembali buku-buku ilmu pengetahuan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Barat.

Sebagai mahasiswa/mahasiswi PBA sepatutnya kita bangga mempelajari bahasa Arab karena bahasa Arab bukan hanya sekedar kunci kita dalam memahami al-Qur’an, Hadits, fikih, atau pengantar ibadah lainnya melainkan bahasa yang di pilih Allah untuk umat Islam. Allah telah menerangkan dalam QS. Yusuf : 2 bahwasannya Allah menurunkan al-Qur’an dengan berbahasa Arab supaya kita paham. Berarti bahasa Arab disini merupakan bahasa yang mudah dipahami Insyallah, karena Allah sendiri yang memilihkan. Di samping itu bahasa Arab kini juga telah menjadi bahasa Internasional sama halnya dengan bahasa Inggris.

Sumber:

Nasution & Aida Aqsanti. Urgensi Bahsa Arab di Era Globalisasi. (Papua Barat:       STAIN)

Che Mat, Azman dkk. (2010). Situasi Pembelajaran Bahasa Asing di Institut          Pengajian Tinggi :Perbandingan Antara Bahasa Arab, Bahasa Mandari dan    Bahasa Perancis. Aljthe. Vol.2 No.2.

Abdul Wahab & Muhib. (2014). Peran Bahasa Arab Dalam Pengembangan Ilmu       dan Peradaban Islam. Arabiyat. Vol. 1 No.1.

(Aut: Nurjanah Pujirahayu, /PBA2. Rev: Muhammad Wahyudi, M.Pd)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru