Menjadi Pengajar BIPA = Menjadi Diplomat Indonesia & Duta Bangsa

Mengapa demikian? karena bukan hanya sekedar mengajarkan bahasa Indonesia akan tetapi juga memperkenalkan kekayaan, keindahan, keberagaman budaya Indonesia di negara lain.  Pengajar BIPA juga menjadi pintu gebang bagi masyarakat dunia mencintai budaya Indonesia melalui bahasa. Hal  ini juga menjadi strategi paling kongkret dan efektif dalam upaya internasionalisasi bahasa Indonesia. Tidak hanya itu program BIPA secara langsung akan memberikan keuntungan finansial tersendiri bagi lembaga maupun pengajar BIPA. Sungguh menarik bukan?

Ayo tunggu apa lagi, daftarkan diri kalian menjadi pengajar BIPA.

Simulasi Pengajaran BIPA

Dilakukan secara online

Sesi kedua diisi oleh Bapak Muhammad Rafiki salah seorang pengajar di lembaga BIPA yang bertempat tinggal di Yogyakarta, yang sudah sangat berpengalaman dalam mengajar WNA yang berasal dari Timur Tengah. Beliau berpesan agar kita sebagai mahasiswa khususnya Pendidikan Bahasa Arab untuk tetap semangat dalam belajar dan juga supaya tidak cepat bosan dalam belajar. Karena tidak ada ruginya menjadi orang berilmu karena derajatnya akan diangkat oleh Allah SWT.

Ustadzah Tsaniya Ruchamainnisaa, S.Pd., M.Pd., selaku dosen pembimbing acara SPL juga menuturkan bahwa tujuan diadakanya seminar BIPA dalam acara di semester 4 ini adalah sebagai bekal mahasiswi untuk ambil profesi karena punya bekal bahasa asing yakni bahasa Arab jadi bisa mengajarkan bahasa ibu bahasa Indonesia ke native speaker dari Arab khususnya. Dan juga diharapakan nantinya banyak penerjemah tersumpah, diplomat-diplomat muda dan pengajar BIPA dari jebolan-jebolan mahasiswa PBA UNIDA Gontor.

(Rika Khoiru Nisa, Galuh Rihanita, & Mellanie Agustine, PBA/6, Rev: Muhammad Wahyudi, M.Pd.)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru