3 Mahasiswi PBA Akan Melanjutkan Studi ke Al-Azhar Kairo

Siapa yang tak punya mimpi untuk bisa studi di Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir. Itulah ungkapan kebahagiaan dan harapan 3 mahasiswi PBA yang akan melanjutkan studi strata 1 di kampus impian mereka. Penantian 2 ½ tahun, seakan terlalu lama, tapi demi impian yang akan jadi kenyataan, semua sudah diikhlaskan. ketiga mahasiswi itu adalah Nada Asyrafa, Anni Umaroh, dan Cut Khoirotun Nisa. Apa tujuan dan harapan mereka bisa kita simak bersama sebagai berikut.

Yang pertama adalah Anni Umaroh putri dari Bapak. Umar dan Ibu. Tiamas, lulus KMI Gontor 2018 dan mendapat tugas selama di pondok Gontor Putri kampus 2 di bagian pemeliharaan dan wakaf pondok. Ia memilih prodi PBA karena merasa senang dengan bahasa Arab, ketika lulus KMI yang difikiran tentang PBA adalah bagaimana memperdalam pembelajaran tentang bahasa Arab. Namun seiring waktu berjalan ia akhirnya dapat memahami bahwa tidak sepenuhnya PBA itu belajar bahasa Arab karena PBA itu sendiri adalah Pendidikan Bahasa Arab. Tapi walaupun demikian ia merasa sangat bersyukur karena dengan belajar di kelas, sedikit demi sedikit ia mengetahui bagaimana cara mendidik.

Bersama Keluarga
Dokumentasi Anni dan kedua orangtuanya

Ketika penulis bertanya apa alasan sabar menanti jadwal ke Mesir?, ia menjawab: “Karena menurut saya menanti adalah pembelajaran dan sampai sekarang pun bukan sedikit yang harus dikorbankan. Jadi insya Allah kejadian yang dilewati terjadi bukan karena kebetulan.” Ia berniat untuk mengambil jurusan Syariah Islamiyah wal Qonun, karena sangat ingin memperdalam syariat Islam.

Ketika mendapatakan kabar dari Pondok terkait kemungkinan jadwal keberangkatan, maka ia tak lupa untuk meminta nasehat kepada orang tua dan guru-gurunya. Di antara pesan orang tuanya ialah menuntut ilmu karena Allah Ta’ala, jangan pernah atau sampai ada pergi kesana agar dikenal orang, jangan sampai terlalu berbangga diri karena itu tak ada gunanya. Tetap semangat dan saling mendoakan karena ini adalah pilihanmu maka kamu harus sungguh-sungguh. Kemudian nasehat dari guru senior di pondok: “Bersyukur karena mendapat kesempatan menuntut ilmu di negeri Kinanah, harus bisa menjaga diri, segala yang didapatkan akan dipertanggung jawabkan suatu saat nanti.

Kemudian Cut Khoirotun Nisa putri dari Bapak. Abdullah dan Ibu Sri Wahyudi asal Semarang dan alumni KMI Gontor 2018, mendapatkan amanah di di bagian Fotocopy, kemudian pindah ke bagian Wartel di Gontor Putri kampus 2. Pertanyaan penulis mulai dengan mengapa memilih PBA semasa kuliah di UNIDA Gontor? Ustadzah. Cut menjawab: “Yang pertama bukanlah tentang prodi yang saya pilih, melainkan fakultas. Fakultas yang saya pilih inilah yang nantinya akan memberikan saya pelajaran dan pengetahuan tentang masa depan saya kelak. “Fakultas Tarbiyah”. Perihal memilih prodi ini, karena di samping akan memberikan pengetahuan dan pelajaran tentang masa depan saya, saya ingin mempelajari lebih dalam bahasa Arab. Bahasa qur’an, bahasa yang nantinya akan mnjadi pertanyaan di akhirat kelak. Pun dengan mengambil prodi ini, karena saya mempunyai tantangan untuk bisa menjadi guru yang paham dan memahamkan pelajaran terutama bahasa Arab kepada para santria-santria saya.

Apa yang membuat anti sabar menanti jadwal ke Mesir?, Ustadzah. Cut menjawab: “Karena ini adalah jalan hidup saya. Saya harus bertanggung jawab atas jalan yang telah saya pilih. Walau ketika mengikuti ujian, tidak ada harapan penuh untuk bisa masuk atau lolos. Hanya ingin belajar saja. Torehan harapan kala itu sangat sedikit. Tapi tetap, do’a adalah perantara segalanya. Manusia boleh berfikir akan masa depannya, tapi tetap, semua Allah yang mengatur. Ekspresi kaget menyelimuti diri tentang kabar kelulusan itu, Alhamdulillah ‘ala kulli haal. Semua sudah diatur, sampai akhirnya berada dititik ini. Kalau di bilang lelah, iya lelah. Di bilang capek, iya capek. Tapi semua itu tak akan pernah habis selama kita ingin meraih sesuatu yang luar biasa. Harus sabar dan kuat dulu untuk bisa menjadi pohon lebat buah, daunnya lagi kuat akarnya. Karena ilmu yang akan saya dan teman-teman tempa kelak tidak sebanding dengan penantian kami yang lama ini. Do’akan kami, semoga Allah memberikan kami kekuatan jiwa dan raga dalam proses menuju cita-citadanharapan kami.

Jurusan apa yg akan dipilih di Al-azhar, why?, Ustadzah. Cut menjawab: “Syari’ah Islamiyah”.  Karena saya ingin memperdalam pengetahuan tentang agama Islam menurut syari’atnya, juga mendekatkan diri kepada Allah.” Orangtuanya juga berpesan: “Selalu semangat, jangan mengeluh, Sabar, jaga kesehatan. Mohon sesuatu pada Allah, tingkatkan ibadah, saling mensuport dan menjaga teman.” Tak lupa ia menyampaikan pesan dari guru senior ketika pengarahan peserta: “Jaga diri, jaga hati, manusia hebat adalah manusia yang kuat menahan hawa nafsunya. Godaan itu pasti ada, tapi bagaimana diri bisa mengekang untuk tidak melakukannya. Itulah sebenar-benarnya manusia yang hebat. Dan ketika diri yang hebat disandingkan dengan hati yang bersih, yakni hati yang tidak terdiagnosa penyakit hati. Dia lah manusia yang luar biasa. Tetap jalin hubungan baik dengan Sang Pencipta dan ciptaan-Nya. Jangan melewati batas kewajaran. Karena kita tercipta di dunia hanya sementara.”

Dokumentasi Photo Cut Khoirotun Nisa Bersama Keluarga

Yang ketiga ialah Nada Asyrafa, putri dari Bapak. Bahrum dan Ibu. Corina Mawarianty asal Bogor, alumni KMI Gontor 2018, bertugas selama menjadi guru di bagian pembimbing keputrian Gontor Putri 1. Ia menjatuhkan pilihan ke Fakultas Tarbiyah dan Prodi PBA UNIDA Gontor karena dengan pendidikan kita tidak hanya mendapatkan ilmu, akan tetapi juga dapat meningkatkan kualitas diri, terlebih dengan PBA saya ingin memperluas pengetahuan dalam bahasa Arab, agar dapat menjadi pendidik yang baik dan profesional dengan harapan ilmu dan kebaikan yang diajarkan menjadi amal jariyah dan ingin dapat memahami arti dari ayat-ayat Al-Qur’an dengan mudah.

Ia juga sabar menanti jadwal ke Mesir karena rencana Allah lebih indah dari apa yang ia inginkan, sekarang adalah kesempatan untuk menggali bekal dan barokah, pasti ada hikmah dibalik masa penantian ini dan Allah pasti memberikan gantinya, bahkan ia percaya Allah akan memberikan yang lebih baik dan lebih indah, Allah telah mengatur jalannya, tulisan di langit jauh lebih indah daripada tulisan di bumi. Ustadzah. Nada berniat untuk mengambil kuliah di Fakultas Kedokteran karena Al-Azhar merupakan pusat utama pendidikan sastra Arab, dan pengkajian Islam Sunni di dunia. Lalu mengapa memilih fakultas kedokteran. “Sambil menyelam minum air, dengan mempelajari ilmu kedokteran terlebih di negara pusat pembelajaran Islam yang mana pembelajarannya didasari dengan Al-Qur’an dan sunnah, ilmu agama dapat didalami melalui halaqah-halaqah bersama para Masyayikh Azhar; menjadi dokter tidak hanya hal menyembuhkan pasien, tapi juga memberi nasihat yang bermanfaat”.

Nada Bersama Kelua

Pesan dari orangtua untuk bekal sebelum berangkat: “Pesan yang tak pernah terlewat disampaikan  orangtua saya adalah; “Jangan biarkan hari-harimu kosong, usahakan selalu mengisi waktu dengan yang bermanfaat, apalagi untuk menghafal ayat-ayat Al-Qur’an, harus meluangkan waktu yang cukup, harus punya target, jangan lupa untuk shalat sunnah, istighfar dan berdzikir; belajar itu tidak ada batasan umurnya, sekarang merupakan ujian kesabaran, ladang untuk membekali diri, karena kita tidak tahu apa yang akan kita hadapi setelah ini; selalu jaga kesehatan, jaga diri.” Pesan dari Pondok ketika pembekalan ialah “Jangan ingin cepat-cepat mengetam, semua itu ada prosesnya, ada persiapannya, jika proses dan persiapannya benar-benar matang hasilnya pun pasti akan memuaskan, pengabdianmu menjadi bekal untukmu, jaga nama Gontor, kunci kesuksesanmu itu Idealisme dan Motivasi hidupmu,belajar membiasakan menjalani apa yang belum dan yang tidak kamu sukai sebagai celah untuk menelaah lebih dan mencari tahu lebih”.

Semoga Allah memudahkan langkah dan impian serta do’a mereka untuk bisa segera berangkat ke Universitas Al-Azhar Kairo Mesir besama seluruh kawan-kawanya yang telah dipilih oleh pondok untuk melanjutkan studi di kampus impian dan dengan beasiswa full. Dan bisa mengikuti seluruh materi kuliah. Setelah tiba di kampus yang baru, jangan lupa kampus yang pertama UNIDA Gontor, antenna berangkat dengan membawa nama Pondok kita tercinta Darussalam Gontor. Niatkan untuk thalabul ilmi dan ibadah, semoga berkah dan bisa memberi manfaat untuk semua.

(Rep: Muhammad Wahyudi, Cut Khoirotun Nisa, Anni Umaroh, Nasa Asyrafa)

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru