PBA Raih Juara Favorit dalam El-Furqon 1

Permulaan semester genap, diliputi dengan ragam kegiatan non-stop selaku dampak pandemi yang mengakhirkan beberapa agenda. Awal Januari, menjadi kalender rutinitas mahasiswi UNIDA Gontor dengan beberapa agenda yang silih berganti. Salah satunya ialah perlombaan yang diadakan Ilmu Qur’an dan Tafsir dengan tema besar Al-Qur’an sebagai Solusi Generasi Muda dalam Menyongsong Masa Depan.

Perlombaan berlangsung dari tanggal 3-8 Januari 2021 dengan cabang lomba bermacam-macam seperti poster, essay, LKTI-A, karikatur, HHQ, HTQ, Khot, Mubalighot UNIDA, Man Tasra’ (Lomba Ketik Cepat Bahasa Arab), Mash Up Religi, dan Qur’anic Cross Campus. Perlombaan yang telah disemarakkan semenjak akhir Desember, turut mengundang antusias mahasiswa. Dengan partisipasi setiap mahasiswa utusan Prodi maupun secara individu dalam perlombaan internal kampus ini.

Dalam agenda ini, beberapa mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab turut mewakili prodi dengan keikutesertaannya dalam perlombaan perdana oleh Prodi Ilmu Qur’an dan Tafsir. Seperti perlombaan mubalighot UNIDA yang diwakili oleh Khofifah Abdi (PBA/2), Essay oleh Neni Naqiyah (PBA/4), Man Tasra’ (Lomba Ketik Bahasa Arab) oleh Iim Nur Inayah (PBA/4), Karikatur oleh Mufi’ah Fuaidah (PBA/4) dan perwakilan LKTI-A yang terdiri atas 3 orang yakni Intan Fasya Zahara (PBA/6), Riska Nur Oktafia (PBA/4), dan Rika Khairu Nisa (PBA/2).

6 Januari 2021 merupakan babak penyisihan para finalis LKTI serta Essay dengan tahap presentasi karya ilmiahnya. Puncak acara, berlangsung pada malam penutupan agenda sekaligus pengumuman para pemenang. Bertempat di Aula Ilmu Kesehatan pada Sabtu, 9 Januari 2021 diawali dengan sambutan Dekan Kuliyyatul Banat, Al-Ustadz Nurhadi Ihsan, MIRKH, yang turut mengapresiasi festival Ilmu Qur’an ini.

Bagaimanapun, seluruh mahasiswi dari setiap Program Studi telah menafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an melalui perlombaan yang memang didedikasikan untuk lebih memaknai surat terkandung di dalamnya. Selain itu, Dr. Asif Trisnani,Lc., M.A turut memberikan ungkapan terkait perlombaan ini bahwasanya perlombaan ini disandingkan dengan Al-Qur’an, bahkan jika dalam bahasanya Ustadz Hamid kita bukan saja sedang membangun budaya intelektual, namun budaya peradaban. Dimulai dengan mengaitkan aspek kehidupan yang relevan dengan Al-Qur’an, selain itu penelitian dalam perlombaan juga dimuarakan pada nilai-nilai Al-Qur’an. Dilanjutkan dengan gala dinner, pertunjukan lancar hingga inti acara yakni sesi pengumuman kejuaraan.

Ketika kita mengadakan kegiatan yang disandingkan dengan Al-Qur’an, sejatinya kita tidak hanya sedang membangun budaya intelektual, namun budaya peradaban

Dr. Asif Trisnani, Lc., M.A.

Melihat kontribusi mahasiswi dari prodi Teknik Informatika, Farmasi, Gizi, PBA dan prodi-prodi lain secara keseluruhan mampu membumikan Al-Qur’an di Darussalam. Lebih-lebih, universitas ini memiliki visi untuk menjadi pusat pengajaran Islam dan bahasa Al-Qur’an.

Dalam kesempatan ini, PBA kembali merebut nominasi bergengsi sebagai Juara Favorit dengan rincian kejuaraan juara 1 dua kali, juara 2 dua kali, dan juara 3 satu kali. Rincian kejuaraan diraih dalam perlombaan Mubalighot UNIDA dan Lomba Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an dengan tema yang diusung yakni pada aspek sosial.

Secara spesifik, judul yang diangkat perwakilan PBA dalam LKTI-A ialah We-Care: Social Campaign Activity dalam Menghadapi Social Mental Ilness melalui Perspektif Al-Ahzab 70-71 selaku sebuah bahasan mengenai kesehatan mental dan inovasinya dalam menghadapi mental ilness yang cenderung dikesampingkan dalam pranata sosial, dimulai pada masyarakat UNIDA sebagai lingkup mikro dan masyarakat Indonesia sebagai lingkup makro. Sedangkan rekapitulasi juara 2 dimenangkan dalam perlombaan essay dengan inovasi yang diusung Peran Al-Qur’an dalam Menghadapi Tantangan Masa Depan serta Lomba Ketik Cepat Bahasa Arab. Dan juara 3 diperoleh pada perlombaan karikatur tentang biografi ulama muslim serta mush up lagu religi antar fakultas.

Usai pengumuman kejuaraan serta sesi perfotoan ketua HMP Pendidikan Bahasa Arab, Linda Syariefah dan Nazalia Rosadanti mengungkapkan bahwasanya keduanya sangat bersyukur atas pencapaian gemilang PBA di awal yang baru ini. Namun, tetap harus tawadhu dan banting setir perjuangan, karena perjuangan panjang masih terbentang.

Selain itu, keduanya sangat berterima kasih kepada seluruh mahasiswi PBA yang berkontribusi dalam perlombaan, baik yang berkesempatan menang maupun belum sebab hal ini turut mempengaruhi sistem penilaian dan keaktifan partisipasi. Lebih lanjut lagi, keberhasilan ini tidak akan terwujud apabila tidak ada kebersamaan yang solid, bahu membahu, rasa kepeduliaan kepada Prodi yang menumbuhkan jiwa semangat dalam bersaing. Karena, kejuaraan favorit juga tidak akan tercapai tanpa adanya akumulasi dari setiap perlombaan juga partisipasi keikutsertaan. Sehingga benar adanya kalimat falsafah yang sering disinggung, ‘Bi-l Ma’iyyati tahsulu ila al-ghooyati (Dengan kebersamaan kita dapat mencapai tujuan)’. Maka, hendaknya kita saling menciptakan circle yang positif untuk membangun budaya yang lebih kondusif. Wallahu rabbul musta’an.

Kebersamaan yang solid, bahu membahu, rasa kepeduliaan adalah kunci utama suatu tim untuk menumbuhkan jiwa semangat dalam bersaing.

PBA 2021

Au. Intan Fasya Zahara, Aatina Khairal Athiyyah Zen (PBA 6)/Ed. RN


Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Seminar Terjemah

Contact us, for more informationRahmad Maulana Tazali or Zainal Abidin

Berita Terbaru

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang