PBA UNIDA Gontor Sosialisasikan PKM dengan Para Jawaranya

Alasan Mendasar Ketidak Ikutsertaan Ajang PKM

Mahasiswa harus berpegang teguh pada pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian masyarakat selaku Tri Dharma Perguruan Tinggi. Namun penelitian serta pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa tidak jarang dihadapkan dengan masalah ataupun kesulitan. Stuck of Innovation menjadikan mahasiswa enggan melanjutkan kegiatan tersebut. Sama halnya dalam menyikapi kegiatan bergengsi PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) banyak mahasiswa yang ragu untuk terlibat didalamnya, lantaran tidak memiliki masalah yang akan dipecahkan, atau memiliki masalah namun belum menemukan ide, bahkan sudah memiliki ide namun tidak berani untuk memodifikasi serta faktor lainnya yang menjadi penghambat keikutsertaan mahasiswa dalam ajang bergengsi tersebut.

Bukan Sosialisasi PKM Biasa, Hadirkan Pakar dalam Bidangnya

Rabu, 8 September 2021 bertempat di Hall Multimedia Gedung Terpadu Universitas Darussalam Gontor, Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Arab menyelenggarakan sosialisasi PKM. Kegiatan terbuka untuk umum namun dikhususkan bagi mahasiswa PBA semester 1-5. Sosialisasi tersebut disambut antusias dengan dua pemateri utama sekaligus. Pemateri pertama ialah al-Ustadz Mochammad Nuruz Zaman, S.Pd., M.Li. yang merupakan dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris UNIDA Gontor. Sedangkan pemateri kedua yakni Muhammad Ahsan Thoriq, mahasiswa semester 7 Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang yang sedang mengikuti riset Korpus Arab di UNIDA Gontor dalam program Center of Excellence Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Menurut Ka.Prodi Pendidikan Bahasa Arab al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd, sosialisasi kali ini sangatlah menarik, karena pembahasan inti terkait ajang PKM yang notabenenya sangat bergengsi. Lebih-lebih, pemateri merupakan orang-orang yang berpengalaman dan piawai dalam hal tersebut. Tercatat dalam cv masing-masing pemateri bahwa Ustadz Nuruz Zaman pernah mendapatkan medali perunggu dalam ajang PIMNAS ke-25 dan ke-26, sedangkan M.Ahsan Thoriq berhasil meraih medali emas dalam ajang PIMNAS ke-33. Ustadz Wahyudi juga menambahkan, “Setelah mendengarkan para juara PIMNAS menyampaikan pengalamannya, ada mahasiswa UNIDA Gontor yang akan menjadi peserta PIMNAS di tahun-tahun yang akan datang. Membaca sejarah itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah menulis sejarah untuk generasi yang akan datang. Ukirlah sejarah emasmu selama menjadi mahasiswa UNIDA Gontor.”

Membaca sejarah itu penting, tetapi jauh lebih penting adalah menulis sejarah untuk generasi yang akan datang. Ukirlah sejarah emasmu selama menjadi mahasiswa UNIDA Gontor.”

Al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd

Tips Inti Lolos Ragam Seleksi

Agenda tersebut dihadiri oleh 61 mahasiswa PBA 1-5, 1 dosen, 2 pemateri dan 1 moderator. Dalam acara tersebut, tidak hanya membahas apa itu PKM dan isinya. Namun lebih pada penekanan bagaimana proposal kita dapat diterima dan lolos berbagai seleksi. Dalam hal ini Ustadz Nuruz Zaman menjelaskan setidaknya terdapat 5 poin terpenting dalam PKM  yang harus mahasiswa miliki atau kuasai. Yakni (1) Mahasiswa yang bercirikan intelektual, (2) Mampu memanfaatkan limbah, (3) Menjaga kearifan lokal, (4) Menganalisa peristiwa dengan perangkat teknologi dan (5) Mampu menawarkan solusi pada sebuah masalah. Tidak kalah penting, Ahsan Thoriq juga menambahkan beberapa tips agar propsal PKM yang kita ajukan dapat lolos berbagai selesksi, “Harus kreatif dan inovatif, urgensi dan bermanfaat, uniqueness dan novelty, terdapat kajian ilmiah didalamnya dan 100% sesuai dengan pedoman yang diberikan oleh dikti”. M. Ahsan Thoriq menyisipkan quotes indah sebagai kunci kesuksesan beliau yaitu ‘Ingin sukses! Jangan menunda-nunda pekerjaan!’.

‘Ingin sukses! Jangan menunda-nunda pekerjaan!’

Muhammad Ahsan Thoriq – Mahasiswa Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang

Harapan Besar Prodi pada Mahasiswa PBA

Agenda diakhiri dengan clossing statement al-Ustadz Muhammad Wahyudi yang dilanjutkan dengan doa bersama. Di akhir pertemuan, beliau berharap agar mahasiswa PBA 1-5 turut aktif dalam PKM baik internal maupun eskternal yang diselenggarakan oleh DIKTI. Ditutup dengan petuah heroik ‘Ingat! Tak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanya kemauan yang terlalu rendah. Hari ini kita berdo’a dan bermimpi bersama, esok akan kita wujudkan bersama, bendera UNIDA Gontor akan berkibar di ajang PIMNAS yang akan datang!’

‘Ingat! Tak ada mimpi yang terlalu tinggi, yang ada hanya kemauan yang terlalu rendah. Hari ini kita berdo’a dan bermimpi bersama, esok akan kita wujudkan bersama, bendera UNIDA Gontor akan berkibar di ajang PIMNAS yang akan datang!’

al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd – Ka.Prodi Pendidikan Bahasa Arab

Au: Fadhilah Akbar Adyana Tsani/ PBA 3, ed:Intan Fasya/PBA 7, rev: al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru