Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Tingkatkan Kreatifitas

Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIDA Gontor mengadakan kembali Studi Akademik tahun 2020/2021 dengan tema “ترقية كفاءة المسلمة الفكرية والروحية في العصر الرقمي” (Peningkatan Kemampuan Muslimah untuk Membuka Ide dan Pengalamn untuk Masa Depan yang Cerah). Kegiatan resmi dibuka pada Rabu, 24 Maret 2021 oleh Dekan Fakultas Tarbiyah al-Ustadz Dr. Agus Budiman, M.Pd, dan Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, al-Ustad Muhammad Wahyudi, M.Pd.

Acara dimulai dengan berbagai pelatihan-pelatihan yang menunjang dan meningkatkan kreatifitas mahasiswi di era digital ini , baik dari aspek intelektual maupun spiritual.. Adapun pemateri-pemateri tersebut adalah; al-Ustadz Achmad Farouq Abdullah, M.Pd. sebagai pemateri dalam pelatihan PowerPoint, al-Ustadzah Fitri Setyorini, M.Pd sebagai pemateri dalam tahsin al-qiraah, al-Ustadzah Firda Inayah, M.Ag. sebagai pemateri dalam pelatihan Karya Tulis Ilmiah, dan al-Ustadzah Riza Nurlaila, M.Pd. sebagai pemateri dalam pelatihan Blog dan Website.

Rangkaian kegiatan ini dilalui oleh mahasiswi dengan antusias semangat dan sangat aktif. Dan disini, saya sangat tertarik pada materi yang disampaikan oleh Al-Ustadzah Firda Inayah, M.Ag yaitu tentang karya tulis ilmiah. Bukan hanya belajar bagaimana cara penulisan jurnal saja, akan tetapi ada beberapa alasan keharusan kita sebagai mahasiswa untuk tidak pernah bosan dengan yang namanya membaca, menulis, dan berdiskusi.

Karena sebagaimana yang disampaikan oleh ilmuwan kita yaitu Aluin Toffler seorang penulis, pebisnis, dan futurist pernah menulis “The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn.” Yang apabila diterjemahkan, “Orang yang berliterasi rendah di abad 21 bukanlah orang yang tidak bisa membaca dan menulis, tetapi orang yang tidak bisa learn, unlearn, dan relearn”, siapa yang tidak bisa menerapkan konsep learn, unlearn, and relearn, tidak akan bisa bersaing di abad 21 khususnya secara profesional di dunia kerja.

Dapat kita artikan bahwa konsep learn, unlearn, and relearn berbicara mengenai kemampuan kita untuk beradaptasi, menyesuaikan pikiran, pengetahuan, dan keseluruhan diri kita pada perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan zaman secara keseluruhan. Tanpa kita melakukan unlearning, kita akan kesulitan untuk relearning (mempelajari hal-hal baru).

Tips-tips untuk selalu menanapkan konsep tersebut, antara lain:

  1. Jangan ragu atau malu untuk mempertanyakan hal-hal sekitar kita. Karena jika kita memiliki mindset untuk mempertanyakan apapun, berpikir kritis.
  2. Jika kita merasa paling tahu, paling pintar dan paling benar, akan sulit untuk bisa menerima bahwa kita perlu belajar lagi dan perlu berubah. Akan lebih mudah jika kita memiliki rendah hati dan memiliki growth mindset, bagaikan padi kian berisi kian merunduk”
  3. Rangkul dan hadapi perubahan. Jadikan perubahan sebagai tantangan yang bisa ditaklukkan, bukan sebagai ancaman yang sulit dihadapi.
  4. Mempelajari hal- hal baru. Karena semakin kita mengasah kreatifitas maka kita akan lebih banyak bisa berinovasi. Nah disinilah proses relearning itu terjadi.
  5. Terapkan konsep Learn, Unlearn, dan Relearn dalam keseharian kita agar lebih bersiap menghadapi perubahan, lebih mudah beradaptasi, dan bisa terus bertahan di tengah ketidakpastian yang terjadi di kehidupan kita sekarang dan masa depan.

Maka dari itu teman-teman, mari kita mulai dari sekarang untuk gemar membaca, menulis dan berdiskusi. Karna membaca dan menulis selalu berjalan berdampingan, apa yang telah kita baca akan menjadi inspirasi untuk menulis baik membaca buku atau alam di sekitar kita. Marilah kita abadikan hidup ini dengan menulis. Because writing teach the future. [Rika Khoirun Nisa/PBA 2]

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru