Pilmapres 2020: Uji Diri dan Gali Potensi

Oleh: Zakiya Setyo Rahmawati (Mahasiswi PBA Semester 5)

UNIDA Gontor – Di tengah masa pandemi ini, Universitas Darussalam Gontor tetap bergerak dan bersinergi dengan penyelenggaraan berbagai kegiatan baik akademik maupun non akademik. Tepat pada hari Rabu, 7 Oktober 2020, diselenggarakan seleksi tahap pertama Pilmapres atau Pemilihan Mahasiswa Berprestasi di Gedung Terpadu Siman, Ponorogo. Pada seleksi tahap pertama ini diikuti oleh 29 mahasiswa dan mahasisiwi perwakilan masing-masing program studi. Pada kesempatan yang bergengsi ini Program Studi Pendidikan Bahasa Arab mengirimkan dua delegasi, Naufal Akmal Syamari dari kampus Pusat dan Zakiya Setyo Rahmawati dari kampus Mantingan.

Proses penilaian dimulai dengan penilaian nilai IPK, sertifikat, paper, dan presentasi. Setiap tahap adalah pembelajaran yang berarti bagi tiap-tiap mahasiwa maupun mahasiswi. Kesempatan yang berharga ini menjadi wadah bagi para mahasiswi dan mahasiswa Universitas Darussalam untuk menguji kompetensi diri dalam merancang ide, merumuskan, dan mengimplementasikannya. Sebagaimana yang disampaikan oleh Al-Ustadz Sunan Autad, Lc, bahwa kompetisi ini tidak hanya mendidik para mahasiswa dan mahasisiwi, namun para dosen pembimbing sebagai pentransfer ilmu kepada para anak didiknya.

Selain itu, ajang ini juga memacu para mahasiswa dan mahasiswi untuk terus meningkatkan kemampuan dalam bidang yang digelutinya. Menjadi wahana untuk membuka cakrawala pengetahuan dan wawasan di berbagai disiplin ilmu yang ada. Walau kadang terbesit rasa takut atau minder, maka disaat itulah mental pemenang harus didahulukan dan menjelma menjadi suatu kesadaran akan hikmah dan iradah atau keinginan untuk belajar dan mengembangkan diri.

Masing-masing program studi mempresentasikan penemuan, gagasan baru, dan ide brilliannya.  Setiap individu belajar dan melihat pola pikir dan pemandangan baru berupa wawasan yang begitu universal berupa pencapaian dari berbagai bidang yang akan menjadi sebuah langkah kecil untuk membentuk perubahan baik di masa yang akan datang. Sebagaimana disampaikan oleh ketua panitia Pilmapres 2021, bahwa ajang ini menjadi sarana bukan akhir pencapaian sebuah pembelajaran. Maka kesadaran untuk ingin terus belajar dan mengembangkan diri menjadi sebuah titik yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa-mahasiswi. Karena hakikat orang jahil adalah mereka yang merasa pandai. Maka marilah kita terus berjuang dan bersemangat untuk menguji diri, meningkatkannya dan menggali berbagai kemampuan serta mendalami prosesnya. Sehingga kita dapat menjadi generasi rabbani, qur’ani yang bermanfaat, dan diandalkan bagi agama, nusa dan bangsa.

__________

Reviewer: Muhammad Wahyudi, M.Pd
Editor: Riza Nurlaila, M.Pd

__________

Berita ini juga tersedia dalam bahasa Inggris di sini. Klik disini

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru