PPL: Eksekusi untuk Lahirkan Mu’allim Hakiki

Program akademik wajib mahasiswa Tarbiyah

Salah satu program wajib akademik Fakultas Tarbiyah ialah Praktek Pengayaan Lapangan selaku program lanjutan dari Studi Pengayaan Lapangan yang telah dilakukan pada semester sebelumnya. PPL ditujukan sebagai pemahaman ilmu pengetahuan kependidikan secara praktis setelah mendapat rentetan pengetahuan secara teoritis dalam kelas perkuliahan. Hal ini bersifat mutlak bagi mahasiswa S1 Fakultas Tarbiyah dengan goal utama yakni mencetak pendidik yang mumpuni, piawai, ahli dalam bidang pendidikan Islam, menguasai media maupun strategi pembelajaran untuk diterapkan. Perlu diketahui, bahwa PPL melibatkan beberapa rentetan acara sebelumnya seperti micro teaching yakni kegiatan pra-PPL sebagai pematangan pemahaman dunia kependidikan sebelum nantinya terjun ke masyarakat luas.

Kegiatan yang ditujukan untuk melahirkan pendidik secara holistik

Setelah dilakukan micro teaching pada semester ganjil, PPL kembali dilaksanakan pada semester genap. Sekalipun dalam kondisi pandemi, tidaklah menghalangi segala acara yang telah disusun rapi. PPL dilaksanakan sebagai dalih akan pemahaman materi yang tersampaikan lebih-lebih memperkenalkan dan memberikan pengalaman secara masif terkait dunia pendidikan dan pengajaran. Dilatih dengan melaksanakan kegiatan pembelajaran dimulai dengan penyusunan rancangan Prota (Program Tahunan) maupun Promes (Program Semesteran), RPP, Kalender akademik dan lainnya. Sedangkan secara praktik ditujukan untuk menguasai kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan yang paling inti ialah pendidikan Islam.

(Senin, 31 Januari 13.30 WIB-selesai)  Secara resmi Pembukaan PPL dilangsungkan di Aula Ilmu Kesehatan Universitas Darussalam Gontor Mantingan. Dihadiri oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Al-Ustadz Agus Budiman, M.Pd, Ka Prodi Pendidikan Bahasa Arab Al-Ustadz Muhammad Wahyudi, M.Pd serta beberapa jajaran dosen pembimbing setelah berlangsung sebelumnya salah satu kegiatan besar Pembukaan Festival Dunia Arab III di Aula Pasca Sarjana. Acara turut dihadiri oleh seluruh mahasiswi Tarbiyah semester 2-6 juga mahasiswi Matrikulasi selaku instrumen pengajaran dalam PPL ini.

Dalam pembukaan, Al-Ustadz Agus Budiman mengingatkan urgensi agenda ini. Selain menjadi  kegiatan wajib akademik dan persyaratan mahasiswa  Sarjana Fakultas Tarbiyah perlu diingat SKS  dalam materi ini cukup  besar.  Bukan terfokus pada hal tersebut, namun  nilai yang besar merupakan presentasi dari besarnya  penerapan Tri Darma poin pertama  dan ke-tiga sekaligus. Adanya pembukaan yang dilanjutkan dengan pembekalan ditujukan supaya calon-calon pendidik benar-benar paham akan adzimnya keberlangsungan pendidikan dan pengajaran.

Mengawali pertemuan dengan sebuah cerita guru senior tahun ketiga, selama apapun kita mendidik sama saja kita adalah calon pendidik. Karena hakikatnya kita adalah long-life learner. Selama apapun guru senior, jika melupakan poin-poin penentu keberhasilan pendidikan maka proses pengajaran tidak akan berlangsung mengesankan. Hal tersebut ialah 1)Pahami materi yang tersusun atas 3B (Baik, Benar, dan Bermutu), 2)Kemampuan mengajar, dan 3)Penelitian.  Terkesan sepele  dan dipandang sebelah mata namun profesi sebagai guru merupakan profesi yang sulit karena bukan hanya tentang praktek akademisi melainkan membutuhkan jiwa keikhlasan bahkan jiwa pendidik sejati yang akan membuat kelas tersebut hidup secara jasmani maupun rohani.

Hakikat pendidik sejati

Tidak berhenti sampai disini, beliau menciptakan pertemuan dengan dialog interaktif bersama mahasiswi yang menghadiri pertemuan. Dengan melontarkan pertanyaan secara gamblang ‘Apakah definisi dari mu’allim haqiqi?’. Hingga tiga mahasiswi menjawab pertanyaan tersebut lantas beliau memberikan sebuah analogi. Ibaratkan kalian memakan durian lalu kalian akan sangat menikmati setiap bagian dari buahnya. Begitulah hakikat pendidik sejati.


المعلّم الحقيقي هو الذي يتمتّع بأحوال التعليم. يتمتع لذّة التعليم فوق كلّ لذّة. و يعلم سعيد في احترافه.

Dengan itu, pendidik hakiki yang menikmati hakikat pengajaran ia akan dengan senang hati, ikhlas, menciptakan rancangan pembelajaran, berusaha sekuat tenaga untuk memahamkan anak didiknya dengan ketangguhan. Jika kamu merasa senang dan tidak terbebani ketika kamu mengajar, kamu melakukan dengan segala keikhlasan, maka kamu telah menikmati hakikat pengajaran.

Pembukaan PPL dilanjutkan dengan pembekalan bersama al-Ustadz Heru Saiful Anwar, M.Pd pada 1 Februari 2021 dengan review pemahaman terkait Prota, Prosem, RPP, juga kalender akademik. Meskipun telah diperjelas pada pembekalan Micro-Teaching selaku kegiatan pra-PPL namun hal  ini perlu disinggung karena kalian akan mengalaminya kembali dalam rentetan kegiatan ini. PPL yang berlangsung pada Februari 2021 melibatkan mahasiswi Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Pendidikan Bahasa Arab semester 2-4 sebagai murid PPL. Selain itu, kegiatan ini juga turut melibatkan mahasiswi  matrikulasi sebagai pengenalan salah satu rentetan akademik perkuliahan yang ada. Selain itu, sebagaimana telah disinggung di awal tentang jiwa pendidik, beliau menyinggung keikhlasan pendidik yang dikaitkan dengan buku Durusullughoh Gontor.

Keikhlasan seorang pendidik berimplikasi pada kesuksesan peserta didik

Buku yang ditulis oleh seorang berjiwa ikhlas, beliau ialah al-Ustadz Imam Syubani dan al-Ustadz Imam Zarkasyi. Dimana secara historis, al-Ustadz Imam Zarkasyi merupakan seorang yang telah mahir berbahasa Arab sebagaimana beliau telah berguru di Padang. Lantas beliau berguru terkait metode pembelajaran bahasa Arab di Pondok Al-Hasyimi Solo. Hal ini menjadi napak tilas sejarah pembelajaran bahasa Arab di Gontor. Sedangkan al-Ustadz Imam Syubani beliau merupakan seorang salaf yang mahir berbahasa Arab dan memperdalam terkait metode pembelajaran bahasa Arab bersama al-Ustadz Imam Zarkasyi.

Singkatnya, keduanya merupakan sosok yang senantiasa ikhlas. Tidak mengharap imbalan, mendedikasikan ilmunya untuk umat. Sehingga tidak berlebihan jika dikatakan dari pendidik yang ikhlas turut membantu keberkahan pembelajaran bagi setiap peserta didik. Dari jiwa yang ikhlas, mampu menciptakan generasi-generasi yang memahami bahasa al-Qur’an. Dengan itu, keikhlasan dalam mendidik turut membantu pendidik dalam memaknai hakikat pembelajaran. Wallahu Rabbul Musta’an.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru