Rahmad Arif Setiawan, Mahasiswa PBA UNIDA Gontor Ikuti Istanbul Youth Summit di Istanbul Turki

Ditulis oleh:Rahmad Arif Setiawan

Journey to Istanbul, Turkey. Pada akhir bulan Januari tepatnya tanggal  24 januari 2020, Alhamdulillah kami berkesempatan untuk mengunjungi tanah Al Fatih yang berada di Istanbul, Turkey. Dalam perjalanannya kami berkesempatan mengunjungi dua negara dalam satu kali perjalanan yaitu doha, Qatar dan Istanbul, turki.

Di Doha kami bertemu dengan dosen kami dan juga senior kami yang sedang studi pelatihan bahasa arab Arabic for Non Native Speakers yang diadakan di Qatar University beliau adalah Al Ustadzah Ummi Mahmudah, M,Pd dan Ziad Ahmad Zarkasyi. Saat kami bertemu senang dan gembira yang kami rasakan karena bisa bertemu di bumi Allah yang luas ini, saat itu kami transit di Doha kurang lebih sekitar 18 jam lamanya. Selama itu kami diajak berkeliling doha bersama Al Ustadzah Ummi Mahmudah, M,Pd dan Ziad Ahmad Zarkasyi, hanya dengan menggunakan kereta bawah tanah (metro) dan membayar 6 real saja kami sudah bisa mengunjungi banyak tempat diantaranya Qatar National Library, Masjid bandara Hamad Qatar, Masjid Education City, Souq Waqif  dan Corniche.

Makan malam di Souq Waqif

Tak lupa kami ucapkan rasa syukur kepada Allah SWT karena berkah-Nya kami dapat bersilaturrahim dengan guru – guru kami walaupun dibatasi dengan jarak yang sangat jauh. Dalam perjalanan selama di Qatar kami berpisah di Corniche untuk melanjutkan perjalanan ke Turki pada malam hari.

Pada tanggal 25 Januari 2020 pukul 12.25 kami tiba di bandara Istanbul Airport. Sesampainya di sana kami disambut oleh teman kami yang merupakan Alumni gontor angkatan 2015 yang bernama Haqiqul Rezkyanta yang sekarang sedang menempuh studinya di Erciyes University, Fakultas Study Environmental Engineering di kota Keyseri, Turki. Setibanya di bandara kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju apartemen milik IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Gontor Turki tepatnya di Kucukcekmece, Sefakoy. Setelah sampai kami bertemu dengan banyak alumni PMDG (Pondok Modern Darussalam Gontor) dan juga UNIDA Gontor yang sedang menempuh perkuliahan jenjang Sarjana dan Pascasarjana di Turki.

Bersama IKPM Turki

Pada tanggal 27 Januari 2020 kami beranjak dari rumah IKPM menuju tempat penginapan yang telah disediakan panitia Istanbul Youth Summit tepatnya di Ramada Hotel & Suites by Wyndham Istanbul Merter. Disore harinya kami bergegas dari hotel menuju bus untuk perjalanan yang cukup jauh ditempuh sekitar 1 setengah jam menuju tempat gala dinner sekaligus pembukaan acara tepatnya di Baglarbası Cultular Center Conference Hall.

Dalam pembukaan acara ilker Astarcı (Director of the Center For European Union Education and Youth Programmes of the Republic of Turkey) menyampaikan dalam pidatonya “Turkish National Agency actually is an organization 15 years in Turkey which is founded in Ankara in the capital of turkey and We are  responsible of the implementation of the Erasmus Plus (+) Program, you know that Erasmus+ program?, it is a project of the EU (European Union) Comission which started at the union countries in 1987 the turkey we start the preparation in 2003 and we will got it in 2004”, Mr. ilker Astarcı memberikan pengalamannya selama menjadi Presiden Turkish National Agency dan juga informasi yang cukup menarik mengenai program Erasmus (European Region Action Scheme for the Mobility of University Students) Plus, program ini merupakan program full scholarship yang diberikan oleh pemerintah Uni Eropa untuk mahasiswa internasional yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat master maupun doktoral. Studinya sendiri dilaksanakan di Eropa, sekurang-kurangnya di dua lembaga pendidikan yang menjadi bagian dari konsorsium tersebut dan terletak di negara Eropa yang berbeda. Erasmus+ diadakan dengan tujuan untuk menciptakan kerja sama antara institusi di Eropa dan non-Eropa.

Erasmus+ memang ditujukan bagi warga negara yang berasal dari luar negara Uni Eropa. Program ini dimaksudkan untuk mempromosikan Uni Eropa sebagai negara dengan keunggulan akademik di dunia, serta mampu berkontribusi pada perkembangan berkelanjutan dipendidikan tinggi.

Ilker Astarcı memberikan sambutan kepada peserta IYS (Istanbul Youth Summit) 2020

Kemudian pada tanggal 28 Januari 2020 di pagi hari ditempat yang sama kami melaksanakan Symposium  International dengan tema “Mempersiapkan pemimpin muda di tahun 2045: sebuah terobosan dalam regenerasi untuk posisi strategis dalam pemerintahan dan organisasi non-pemerintah” dengan pembicara utama diantaranya bapak Yanuar Nugroho (Former Deputy Chief of Staff Executive Office of the President Indonesia 2015 – 2019), bapak KH. DR. H.M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A. (Deputy for Youth Development of KEMENPORA RI), ibu Analisa Widyaningrum (Psychologists and CEO APDC Indonesia), dan Turah Parthayana (Youth Influencer Speaker). Dalam penyampaian materi ada satu hal yang menarik yang perlu kami kutip sewaktu itu, bapak  Yanuar Nugroho sewaktu itu berkata “Anak muda seharusnya ada di Forefront di garda depan perubahan global dan inovasi, satu, nomor dua, kalau mereka diberdayakan mereka akan menjadi agen perubahan tapi jika mereka tertinggal atau ketinggalan yang akan menderita kita semua”, ujar bapak yanuar didepan seluruh peserta Istanbul Youth Summit, dalam hal ini kami menyimpulkan bahwa peran pemuda sangatlah penting demi kemajuan bangsa ini.

Hari ketiga dalam rentetan acara Istanbul youth summit tepatnya tanggal 29 Januari 2020 merupakan acara panel discussion yang ditunggu – tunggu oleh peserta, sekitar 155 peserta dari berbagai penjuru di Indonesia dengan 20 gagasan projek social dari masing – masing kelompok yang sudah dibentuk sejak awal kegiatan berkumpul pada hari itu dan berlomba – lomba menyampaikan projek social mereka dengan sebaik mungkin. Para peserta sangat bersemangat dalam berpresentasi untuk menjadi the best project social. Setelah dating waktu sore acara panel diskusi sudah hamper selesai, diakhir acara pengumuman untuk nominasi projek social terbaik dibacakan alhasil kelompok kami bukan salah satu yang berhasil mendapatkannya akan tetapi hal tersebut tergantikan oleh pengalaman dan teman – teman baru yang kami jumpai.

Rahmad Arif Setiawan menerima sertifikat penghargaan

Di hari keempat tepatnya tanggal 30 Januari 2020 merupakan akhir dari rentetan acara Istanbul Youth Summit, kami bergegas untuk check out dari hotel dan langsung menuju bus guna menlanjutkan perjalanan untuk mengunjungi Istanbul University, sesampainya di Istanbul University kami disuguhkan dengan arsitektur bangunan kampus yang begitu indah, disana kami disambut langsung oleh rector Istanbul University Prof. Dr. Mahmut, AK. Selama dikampus kami diberi arahan mengenai Istanbul University secara khusus dan juga kami dijelaskan tentang proses atau prosedur agar dapat berkuliah di Istanbul University. Disiang hari kami diajak untuk mencoba makan siang di kantin Istanbul University dan merasakan masakan yang ada dikampus.

Setelah selesai mengunjungi Istanbul University kami pun bergegas menuju kapal yang sudah disiapkan oleh panitia, disana kami disuguhkan dengan cerita sejarah yang ada disepanjang perjalanan sambil menikmati pemandangan yang sangat indah, banyak gedung – gedung bersejarah yang kami lalui dan juga jembatan Bosphorus yang merupakan ikon Istanbul itu sendiri, kami melewati dua benua sekaligus dalam satu kali perjalanan,  dari asia menuju eropa itulah salah satu keunikan yang kami dapatkan selama perjalanan pulang. Sesampainya di dermaga tujuan kami pun berpisah antara satu dengan yang lainnya disaat inilah momen mengharukan yang kami lihat, “ada kan tiada bertemu akan berpisah”, lirik lagu milik Endang Soekanti inilah yang cocok disaat momen tersebut, setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan.

Di akhir kegiatan Istanbul Youth Summit ini kami merasa sangat bersyukur karena diberi kesempatan untuk dapat melakukan perjalanan ini dari awal sampai akhir dengan selamat dan diberi kesehatan jasmani dan rohani oleh Allah SWT, dan kami ucapkan banyak terimakasih kepada kampus tercinta Fountain of Wisdom, University of Darussalam Gontor, Fakultas Tarbiyah UNIDA Gontor, dan tentunya prodi kami Pendidikan Bahasa Arab UNIDA Gontor yang telah memberi dukungan penuh untuk melakukan perjalanan ini.

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru