Sabet Juara Lomba CSS, Mahasiswi PBA Kembali Torehkan Prestasi

Dalam rangka mempelajari Islam secara utuh, ada satu rujukan yang sangat penting untuk diperhatikan selain Al-Qur’an dan Hadist, yaitu Sirah Nabawiyah. Sirah Nabawiyah berarti perjalanan hidup atau sejarah nabi besar Muhammad saw. Maka dari itu Markaz Sirah kembali mengadakan kompetisi/ lomba dengan tema Refleksi Kehidupan Rasulullah Saw Sebagai Prinsip Keteladanan Mahasantri supaya dengan mempelajarinya kita akan bisa mengetahui suka duka perjalan dakwah Nabi saw.

Perlombaan yang diberdayakan oleh Markaz Siroh UNIDA Putri atau lebih akrab dipanggil CSS (Centre of Siroh Studies) dilaksanakan mulai dari Kamis 9 September sampai Ahad 12 September 2021. Perlombaan terbuka bagi seluruh civitas akademika UNIDA Gontor yang disambut dengan semangat dan antusias oleh berbagai Prodi, Fakultas dan Rayon, baik secara individu maupun kelompok. Perlombaan berkaitan dengan Sirah Nabawiyah yang mencakup empat ranah utama olah raga, dzikir, rasa, maupun fikir seperti seperti Queen of Sirah, Standing Dakwah, Sholawat, Archery, LKTI, Essay, Problem Solving, Poster, dan Video.

Usung Tema yang Relevan dengan Keadaan

Agenda tahunan ini, mengambil tema besar yang sering dibahas yakni ‘Reaktualisasi Adab Mahasantri’. Dalam Perlombaan ini delegasi PBA mendapatkan 4 kejuaraan. Diantaranya Juara 1 Problem Solving yang diraih oleh Intan Fasya Zahara (PBA/7) dengan judul “I’m The Influencer: Konsep Riyadhoh Nafsii Al Ghazali dalam Reaktualisasi Adab Mahasantri” yang membahas tentang persoalan fundamental krisis adab di lingkup UNIDA Gontor serta pentingnya menjunjungtinggi adab bagi kehidupan mahasantri. Juara 2 masih dalam perlomban yang sama diwakili oleh Rika Khoiru Nisa (PBA/3) dengan judul “Quarter Life Crisis, Haruskah Gelisah?” dengan pembahasan tentang masa krusial yang dialami manusia sekitar umur 20-25 yangmana  penuh dengan ketakutan dan kekhawatiran, akan banyak hal ditemukan terutama tentang masa depannya, dan berbagai tips muslimah untuk menghadapinya. Juara 2 Standing Dakwah yang diwakili oleh salah satu ketua HMP yaitu Putri Asiah (PBA/3) yang berjudul “Meningkatkan Keimanan Serta Ketaqwaan Dengan Meneladani Kehidupan Rasulullah” serta Juara 2 LKTI oleh Tara Nur (PBA/5) yang berkontribusi dengan Salwa Halidzah (IQT/5), dan Alfi Nur Rosyida (PAI/5) dengan judul Tabook(Tah’tith Book): Solusi Sunnah yang Terlupakan Bagi Mahasantri.

Pesan Mahasiswi untuk PBA Kedepannya

Dalam acara ini beberapa perwakilan mahasiswi PBA yang turut berkontribusi dalam perlombaan berpesan seperti Annisa Afilia (PBA/3) meskipun belum mendapat kesempatan sebagai pemenang namun ia berkesempatan untuk mempresentasikan gagasannya selaku 5 finalis besar di cabang lomba Problem Solving. Ia menyinggung tentang pentingnya dorongan diri untuk membangun perubahan ‘Jujur ini pertama kalinya nulis, tapi Alhamdulillah mendapat kesempatan presentasi. Bagaimanapun hasilnya, saya banyak belajar dari teman-teman finalis yang lain untuk lebih baik dan terus mencoba kedepannya’. Rika Khoiru Nisa yang meraih juara 2 Problem Solving turut menambahkan ‘Semoga mahasiswi PBA lebih aktif lagi dalam mengasah kemampuannya dengan cara rajin ikut lomba’, sedangkan Intan Fasya sebagai mahasiswi akhir ia turut berpesan ‘Semua itu butuh proses, kalo gagal ya coba lagi, gagal lagi coba lagi sampai keberuntungan itu berpihak pada kita. Kalau saya ikut lomba pertama lihat temanya dulu, kalau nyambung dan excited jadi lanjut sama inget rumus kamu menemukan masalah atau mencari masalah? Karena satu kesalahan saya dulu, sukanya datang dari solving bukan problem jadinya kurang realistis. Selain itu, sambal isi-isi waktu ditengah revisi skripsi, kedepannya semoga temen-temen bisa lebih aktif banggain prodi PBA’.

Menyimpulkan dari wawancara bersama beberapa pemenang, dapat ditarik ulur bahwa keberhasilan perlu dijemput dengan usaha selaku ikhtiar dan do’a dengan tawakkal. Jika menunda masa, maka sampai kapan akan berada di titik yang sama? Orang optimis ialah mereka yang mampu menciptakan halangan menjadi peluang, sedangkan pesimis ialah mereka yang selalu mengeluhkan setiap tantangan sebagai penghalang. Semoga keberhasilan awal ini mampu mengawal langkah gemilang PBA kedepannya, amiin.

Orang optimis ialah mereka yang mampu menciptakan halangan menjadi peluang, sedangkan pesimis ialah mereka yang selalu mengeluhkan setiap tantangan sebagai penghalang

Anonym

Au: Rika Khoiru Nisa/PBA 3, Intan Fasya Zahara/PBA 7

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Berita Terbaru