Seminar TOAFL, Wujud Eksistensi Bahasa Arab dalam Tantangan Global

23 Februari 2020, UNIDA Gontor Kampus Mantingan kembali mengadakan acara kebahasaan dibawah naungan DEMA bagian Bahasa. Seminar tentang TOAFL dirasa penting bagi meningkatkan kemampuan dan keterampilan berbahasa mahasiswi. Kegiatan dihadiri langsung oleh pembimbing bagian bahasa, Al-Ustadz Dr. Asif Trisnani, Lc, M.A, al-Ustadzah Astuti Syifaurraahmah, M.Pdi, dan al-Ustadzah Siti Ni’matur Rahmah serta segenap dosen yang hadir. Beberapa mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa Arab turut hadir dalam menyemarakkan acara ini yang terdiri atas mahasiswi semsester 4 dan 6. Mahasiswi IZU yang tengah melakukan program pertukaran pelajar juga turut meramaikan acara ini, mengingat tema besar yang diambil ialah tentang kajian kearaban serta tips-tips untuk  menaklukan ujian TOAFL yang tak sedikit mengecohkan para peserta ujiannya.

Keynote speaker dalam acara ini yakni Dr. Muhajir yang berprofesi sebagai dosen di UIN Sunan Kalijaga. Beliau adalah praktisi serta pemerhati bahasa yang juga menjabat sebagai anggota IMLA’ (Ittihadu Mudarrisi-l-Lughoh al-Arabiyyah). Di awal pembicaraan beliau menyinggung bahwasanya kita hendaknya bersyukur mampu mendalami pembelajaran bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan ‘High Language Low Profile’ dengan menghadirkan beberapa contoh : kalimat siddiiq, soodiq, sidq meskipun memiliki beberapa kemiripan tata huruf namun dengan sedikit perbedaan huruf saja telah merubah keabsolutan suatu makna. Terfokus pada pembahasan TOAFL, beliau menyinggung pentingnya tes TOAFL yang biasanya digunakan dalam melanjutkan studi ke luar negeri (Timur Tengah), mengukur kemampuan berbahasa dan urgensi lainnya. Test TOAFL terdiri  atas 140 soal yang mencakup bab qiroo’ah, istima’ dan kitaabah. Ujian berlangsung dengan pilihan ganda yang mencakup materi kearaban, sejarah, politik dan isu-isu kontemporer.

Akhir acara, dilanjutkan dengan dibukanya sesi pertanyaan bagi tiga penanya.  Diwakili oleh dua orang mahasiswi PBA (Nurly Khalida Syamna /PBA6, Intan Fasya PBA/4)dan satu orang mahasiswi HI (Safa Arif/ HI 4) yang menanyakan seputar hal terkait TOAFL, bagaimana menguasai 4 keterampilan berbahasa, bagaimana  strategi bagi pemula yang tengah mengikuti TOAFL, serta peran IMLA’ sendiri dalam menguatkan kajian kearaban dalam tantangan global. Dengan  harapan, kedepannya setiap  dari kita mampu menamatkan skor yang memuaskan dalam tes TOAFL guna kepentingan yang diinginkan.

Penulis: Intan Fasya Zahra dan Aathina

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru