Tasyakuran Ujian Tengah Semester Periode 2020/2021

UNIDA Gontor – Tasyakuran ujian selalu menarik. Dari segi detail data laporannya, hingga beberapa acara dramatis berupa apresiasi kepada pengawas teladan. Panitia pun kompak. Menggunakan baju hijau toscha dan bermasker tentunya. Juga menggunakan co-card, yang warnanya mengkilat ala hologram.

Pada pertemuan tasyakuran kali ini, Dr. Setiawan Bin Lahuri, Lc., M.A. menyampaikan beberapa info. Termasuk juga perkembangan kampus, yang di antaranya adalah pembangunan asrama mahasiswa 4 lantai, di belakang asrama Abu Bakar. Berikut pula dapur umum, depan asrama Usman bin Affan. Berikutnya akan menyambung ruas asrama Abu Bakar dan Umar. Beliau juga turut meminta doa untuk realisasi fasilitas perpustakaan, yang dananya akan dari pihak luar. Barat hotel UNIDA, juga akan didirikan gedung Kuliyyatul Lughah Al-Arabiyah, yang saat ini sudah diratakan tanahnya.

Di UNIDA Putri juga demikian. Akan dibangun 2 lantai asrama putri, yang sedianya menampung 1000 mahasiswi dengan jumlah mahasiswi lebih banyak dari mahasiswa. Hal ini juga telah disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M.Ed., M.Phil., bahwa beberapa asrama; mahasiswanya masih berdesakan.

Sesuai rencana pula, Fakultas Kedokteran akan didirikan di kampus putri. Selain juga pertimbangan berbagai aspek, khususnya kemudahan akses bagi dosen dari luar. Serta SDM tenaga pendidik yang menjadi kader Gontor, baik dalam maupun luar negeri.

Dr. Setiawan berpesan, bahwa hidup harus memiliki harapan juga angan-angan. Agar tidak statis. Tidak putus asa. Sebaliknya, agar meningkatkan mujahadah, baik kerja keras maupun doa. Dalam hal proses belajar mengajar, dosen juga memiliki banyak kendala tahun ini. Namun, sudah selazimnya bahwa penyelenggaraan evaluasi pembelajaran harus dilakukan sebagaimana dalam RPS.

Soal disiplin, perlu disampaikan berulangkali. Baik dari pakaian, rambut, juga sepatu. Beliau berkelakar, bahwa sepatu yang aneh selalu mahal. Seharusnya, yang sederhana memang selalu murah. Soal tidak berkaos kaki, beliau menyebut bahwa ini soal tradisi geografis. Yang mungkin di rumahnya masih perlu bersekolah dengan menyeberang sungai.

Demikian pula dengan adanya mahasiswa yang ketiduran. Yang semoga saja bukan pendukung klub sepakbola tertentu. Yang teriakan gol nya sampai ke rumah dosen. Namun, langkah kakinya tidak sampai ke masjid.

Pesan lain, bahwa beliau menghimbau agar dosen turut mengawal mahasiswa. Sebagaimana tradisi di pondok. Bukan hanya soal akademik dan pembelajaran. Namun juga soal non akademik yang menunjang proses pendidikan. Seperti soal KRS, nilai akpam, hingga keseharian. Kemudia di akhir acara, ditutup dengan doa dari Al-Ustadz H. Syamsul Hadi Untung, M.A., M.Ls.


Oleh: Al-Ustadz Muhammad Taqiyuddin, M.Ag
PBA UNIDA Gontor

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Contoh Dokumen Esai

Berikut adalah dokumen esai salah satu mahasiswi PBA yang berhasil

Berita Terbaru