Webinar Internasional Bahasa Arab

UNIDA Gontor – Kamis, 31 Desember 2020 PBA UNIDA Gontor menyelenggarakan Webinar Internasional di Aula Pasca Sarjana dengan tema besar yang diusung

“اللغة العربية كلغة القرآن لتكوين الجيل القرآنى”

Acara sukses diadakan secara online yang turut diikuti oleh seluruh mahasiswa dan mahasiswi PBA, dosen pembimbing, Dekan Fakultas Tarbiyah, Ka Prodi Pendidikan Bahasa Arab, juga Rektor UNIDA Gontor.

Webinar ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Bahasa Arab Internasional pada tanggal 18 Desember yang disemarakkan di akhir Desember karena beberapa kendala.

Dalam keberlangsungan acara, webinar ini turut menghadirkan pembicara berkelas dari luar maupun dalam negeri seperti guru besar dari berbagai universitas terkenal di dunia, Prof. Dr. Muhammad Muhammad Imam Dawud dari Universitas Qonat Suez Mesir, Dr. Abdul Qodir Harun dari Universitas Islamabad Pakistan, Dr. Dheen Muhammad dari Universitas Hamad Bin Khalifa Qatar, Dr. Abdul Hafidz Zaid, M.A selaku Wakil Rektor I Universitas Darussalam Gontor serta Dr. Sujiat Zubaidi Sholeh selaku Dosen Pascasarjana UNIDA Gontor.

Acara dibuka dengan beberapa pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Oh Pondokku, kemudian sambutan Dekan Fakultas Tarbiyah Dr. Agus Budiman, M.Pd yang berlanjut dengan sambutan Rektor UNIDA yang diwakilkan oleh Dr. Setiawan bin Lahuri, M.A yang mengapresiasi tema besar webinar ini.

Beliau menyampaikan bahwa variabel tema webinar ini memiliki korelasi dan kohesi antara kata bahasa Arab dan Al-Qur’an. Lebih lanjut, bahwa kesempurnaan ilmu di Universitas Darussalam karena Al-Qur’an menjadi pusat sumber ilmu dan bahasa Arab merupakan bahasa Al-Qur’an yang sejalan dengan visi besar UNIDA Gontor untuk menjadi pusat pengembangan Islam dan bahasa Al-Qur’an.

Webinar ini disaksikan dengan penuh antusias–mendengarkan tutor dari berbagai negara dengan konteks yang beragam terkait satu tema. Yang diawali dengan Prof. Dr. Muhammad Muhammad Imam Daud dari Mesir secara online dan diakhiri dengan pembicara Dr. Sujiat Zubaidi Sholeh yang disampaikan langsung secara offline dengan tema “Pengaruh Al-Qur’an dalam Pembentukan Manusia yang Sempurna”.

Salah satu pesan terkandung yang disampaikan ialah penjelasan terkait surat Al-Fatihah ayat 5 yang berbunyi “iyyaka na’budu” selaku bentuk pelepasan diri dari kemusyrikan. Sedangkan “iyyaka nasta’iin” merupakan bentuk serah dan pasrah daya dan kekuatan kepada Allah. Ini merupakan pengakuan atas kekurangan, kelemahan, kenaifan, dan kehinaan manusia untuk menghadap di pintu-Nya. Seolah manusia mengatakan, “Tuhanku, aku hanya hamba yang hina dan rendah. Aku tidak layak bermunajat sendiri kepada-Mu. Oleh karenanya, aku menggabungkan diri ke jalan orang-orang beriman yang mengesakan-Mu. Oleh karena itu, kabulkanlah permohonanku ditengah perkumpulan mereka. Kami semua menyembah dan memohon pertolongan-Mu”. Lafal ibadah didahulukan dibandingkan permohonan pertolongan. Hal ini memberikan pelajaran bahwa ibadah merupakan wasilah atau jalan adab dalam memohon pemenuhan hajat kepada Allah.

Jika ditelaah lebih dalam, tentu seluruh ayat Al-Qur’an mengandung nilai estetika yang sarat (balaghoh) termasuk dalam ayat ‘Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iinu’  yang menyerap kaidah balaghoh taqdiimu ma haqquhu ta’khiir (mendahulukan yang seharusnya diakhirkan). Tidak terhenti sebagai kajian lafal kata saja, namun tentu memiliki keterkaitan dimana seharusnya lafal ibadah didahulukan sebelum permohonan pertolongan sebagai adab berdo’a kepada Allah.

Webinar ini memberikan hikmah secara sadar maupun tidak, bahwa penerapan bahasa Arab di setiap aktifitas keseharian itu penting. Selain itu, bahasa Arab selaku bahasa Al-Qur’an mencakup banyak pembahasan yang kompleks dan menarik untuk dikaji.

Termasuk ayat ini yang memberikan refleksi, bahwa kita selaku Khalifah diperintahkan untuk senantiasa memurnikan ibadah hanya kepada-Nya semata juga diperintahkan untuk meminta tolong hanya kepada-Nya semata. Bukan kepada aliran-aliran sesat penganut satanisme, humanisme, bahkan mengagungkan kemampuan intelektual selaku  manusia sebagai supremasi unggul di muka bumi.

Rika Khoiru Nisa (PBA 2), Intan Fasya Zahara (PBA 6)
Ed. Riza N/Rev. Muhammad Wahyudi

Saksikan lebih lengkapnya disini.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on google
Share on email
Share on print

Seminar Terjemah

Contact us, for more informationRahmad Maulana Tazali or Zainal Abidin

Berita Terbaru

Adab Menjamu Tamu

Menjamu tamu merupakan menjamu (memberi penghormatan) yang layak diterima seorang